Alumni ITB Rebutan Kursi Telkom 1: Saatnya Telkom Butuh Wajah Baru?

Table of Contents

Wih, lagi rame nih soal kursi Dirut Telkom! Alumni ITB pada rebutan posisi puncak? 🤔 Kayaknya Telkom butuh angin segar nih. Yuk, kita bahas lebih dalam!

Alumni ITB: Siapa Saja yang Berpeluang?

Alumni ITB Rebutan Kursi Telkom 1: Saatnya Telkom Butuh Wajah Baru?
image just illustration

Jadi, berdasarkan informasi yang beredar, ada tiga nama alumni ITB yang digadang-gadang jadi kandidat kuat Dirut Telkom:

  • Ririek Adriansyah: Lulusan Teknik Elektro ITB tahun 1989. Udah lama banget di Telkom Group, bahkan pernah jadi Dirut Telkomsel dan sekarang masih jadi Dirut Telkom.
  • Honesti Basyir: Lulusan Teknik Industri ITB tahun 1992. Karirnya juga panjang di Telkom, pernah jadi Direktur Keuangan Telkom dan CEO di beberapa anak perusahaan Telkom. Sempat juga nyicip jadi Dirut di Kimia Farma dan Bio Farma lho!
  • Heri Supriadi: Lulusan Teknik Industri ITB tahun 1991. Sekarang menjabat sebagai Direktur Keuangan Telkom. Sebelumnya pernah jadi Corporate Secretary & VP-Investor Relations di Telkom dan direktur di anak perusahaan Telkom.

Ketiganya punya pengalaman segudang di dunia telekomunikasi. Tapi, apakah pengalaman saja cukup?

Kritik Pedas dari Pengamat: Perlu Wajah Baru?

kritik pedas
image just illustration

Direktur Rumah Politik dan Kebijakan Publik Indonesia, Fernando Emas, punya pandangan menarik nih. Menurutnya, kalau pucuk pimpinan Telkom diisi orang-orang dari almamater yang sama, Telkom bisa susah berkembang. Kenapa? Karena pola kepemimpinannya bisa jadi kurang efektif, soalnya mereka udah saling kenal. Wah, ada benarnya juga ya!

Fernando juga bilang, Telkom itu punya banyak masalah, mulai dari hukum, bisnis, infrastruktur, sampai saham. Dan kalau yang mimpin orang yang itu-itu aja, bisa-bisa malah saling melindungi kalau ada apa-apa. Ngeri juga ya kalau sampai ada budaya “saling tidak enakan” gitu.

Saatnya yang Muda dan Berani?

muda dan berani
image just illustration

Fernando menekankan, Telkom butuh sosok yang progresif, berintegritas, visioner, dan belum terkontaminasi kepentingan macam-macam. Intinya, Telkom butuh energi baru!

Dia juga yakin, banyak kok talenta-talenta keren dari kampus lain yang bisa mimpin Telkom ke depan. Jabatan Dirut Telkom itu strategis banget di era digital ini, jadi butuh pemimpin yang punya gairah dan energi baru. Penyegaran itu penting biar Telkom nggak stuck di situ-situ aja.

Jadi, Gimana Nasib Telkom ke Depan?

nasib telkom
image just illustration

RUPST Telkom tanggal 27 Mei 2025 nanti bakal jadi momen penting banget. Apakah Telkom akan tetap dipegang oleh “orang lama”, atau justru ada kejutan dengan munculnya wajah baru? Kita tunggu aja!

Yang jelas, Telkom butuh pemimpin yang bisa membawa perubahan positif dan menjawab tantangan di era digital yang serba cepat ini. Semoga siapapun yang terpilih nanti bisa membawa Telkom makin jaya!

Nah, gimana menurut kalian? Apakah Telkom memang butuh wajah baru, atau pengalaman itu yang lebih penting? Jangan ragu buat kasih komentar di bawah ya! Dan kalau kalian pengen tahu perkembangan berita lainnya, jangan lupa buat mampir lagi ke sini. Sampai jumpa!

Posting Komentar