Angga Sasongko Gebrak Cannes! 'Ratu Malaka' Siap Mendunia!
Wih, ada kabar keren nih dari dunia perfilman Indonesia! Sutradara kece, Angga Dwimas Sasongko, lagi bikin gebrakan di Cannes Film Festival dengan film terbarunya, “Ratu Malaka”! Penasaran kan, ada apa aja di balik film yang satu ini? Yuk, simak selengkapnya!
Angga Sasongko Unjuk Gigi di Cannes: “Ratu Malaka” Siap Jadi Film Laga Mendunia!¶
image just illustration
Angga Dwimas Sasongko, sutradara di balik film-film hits seperti “Mencuri Raden Saleh” dan “13 Bom di Jakarta”, kembali dengan proyek ambisiusnya: “Queen of Malacca” atau “Ratu Malaka”. Film ini diperkenalkan di Cannes Film Market, sebuah acara bergengsi yang menjadi bagian dari Cannes Film Festival. Keren banget!
Comeback Angga Setelah Fokus di Belakang Layar¶
Setelah dua tahun fokus mengembangkan Visinema dan film animasi “Jumbo”, Angga akhirnya kembali ke bangku sutradara. Katanya sih, dia merasa terpanggil untuk menyutradarai film yang bisa menggugah naluri terdalamnya sebagai pencerita. Wah, jadi makin penasaran nih!
“Ratu Malaka”: Perpaduan Mitologi Asia Tenggara dan Dunia Kriminal¶
Film “Ratu Malaka” ini bakal mengeksplorasi dunia kriminal di sekitar Selat Malaka yang terkenal dengan perdagangan ilegal, penyelundupan senjata, dan perdagangan manusia. Tapi, bukan cuma itu aja! Film ini juga akan menghidupkan kembali legenda pendekar tradisional Kesultanan Malaka yang populer di Indonesia dan Malaysia. Dua dunia yang berbeda dalam satu film? Menarik!
Lebih dari Sekadar Laga: Ada Unsur Mistis Juga!¶
Angga juga membocorkan kalau film ini nggak cuma akan menampilkan sisi gelap kejahatan, tapi juga praktik mistik dan takhayul yang masih dipercaya oleh kalangan elite politik di Asia Tenggara. “Di Indonesia, orang-orang politik kerap melibatkan dukun, ramalan, dan unsur supranatural dalam strategi kekuasaan mereka,” ujar Angga. Jadi, siap-siap aja buat nonton film laga yang juga penuh dengan misteri dan supranatural!
Film Laga Kelima Angga: Setelah Sukses dengan “Mencuri Raden Saleh”¶
“Ratu Malaka” akan menjadi film laga kelima Angga setelah “Wiro Sableng: Pendekar 212”, “Ben & Jody”, “13 Bom di Jakarta”, dan “Mencuri Raden Saleh”. Kita tahu sendiri kan, “Mencuri Raden Saleh” sukses besar dengan lebih dari 2,3 juta penonton. Semoga “Ratu Malaka” bisa menyusul kesuksesan film-film sebelumnya!
Kapan Tayangnya? Sabar Dulu, Masih Tahap Pengembangan!¶
Sayangnya, kita harus sedikit bersabar nih. Proyek “Queen of Malacca” ini masih dalam tahap pengembangan lanjutan, dengan penulisan naskah dan perencanaan produksi yang sedang berjalan. Proses syutingnya dijadwalkan mulai pada tahun 2026. Tapi, nggak apa-apa, yang penting kita udah tahu ada film keren yang lagi disiapin!
Visinema Pictures: Rumah Produksi yang Progresif¶
Film ini akan diproduksi oleh Visinema Pictures, rumah produksi yang didirikan oleh Angga. Visinema dikenal sebagai studio IP kreatif yang progresif di Indonesia dan telah berkembang melampaui pembuatan film tradisional menjadi animasi, musik, serial digital, dan format penceritaan imersif lainnya. Salut buat Visinema!
Kesuksesan “Jumbo” Membuka Jalan untuk “Ratu Malaka”¶
Kesuksesan film animasi “Jumbo” yang meraih 9,5 juta lebih penonton memberikan keberanian bagi Angga dan Visinema untuk mengambil risiko kreatif. Salah satunya adalah dengan menggarap “Queen of Malacca”, sebuah kisah yang menurut Angga belum pernah disentuh sebelumnya.
Kesimpulan: Tunggu “Ratu Malaka” Menggebrak Layar Lebar!¶
Dengan sentuhan magis Angga Dwimas Sasongko, “Ratu Malaka” punya potensi besar untuk menjadi film laga yang nggak cuma menghibur, tapi juga memberikan pengalaman yang mendalam dan menggugah pikiran. Kita tunggu aja ya kehadirannya di layar lebar!
Gimana, pada excited kan sama film “Ratu Malaka”? Jangan lupa share artikel ini ke teman-teman kalian, ya! Dan kalau kalian punya pendapat atau harapan tentang film ini, jangan ragu buat komen di bawah! Siapa tahu, komentar kalian bisa jadi inspirasi buat Angga dan tim Visinema! Kunjungi lagi ya, untuk mendapatkan informasi terbaru dari dunia perfilman.
Posting Komentar