Atlet Makin Bersinar, Brand Antre Sponsori! Pilih-Pilih yang Cocok & Nggak Ganggu Jadwal!

Table of Contents

Wih, atlet Indonesia makin keren aja nih! Gak cuma jago di lapangan, tapi juga laris manis jadi rebutan brand untuk jadi wajah produk. Tapi, gimana ya para atlet ini milih-milih endorse biar gak ganggu jadwal latihan dan performa? Yuk, kita simak!

Atlet dan Dunia Endorsement: Jalinan yang Menguntungkan

Atlet Makin Bersinar, Brand Antre Sponsori! Pilih-Pilih yang Cocok & Nggak Ganggu Jadwal!
Image just illustration

Popularitas atlet emang lagi naik daun banget. Prestasi yang gemilang dan persona yang menarik jadi daya tarik utama buat brand yang pengen dongkrak penjualan. Gak heran, banyak atlet yang followers Instagram-nya jutaan, kayak Nadeo Argawinata (penjaga gawang Borneo FC) dan Anthony Sinisuka Ginting (pebulu tangkis). Mereka ini jadi incaran para brand buat jadi endorser.

Selektif Pilih Endorse: Prioritaskan Performa!

Tapi, jadi atlet yang juga endorser itu gak gampang lho. Harus pinter-pinter milih biar gak ganggu performa di lapangan.

Pertimbangan Nadeo Argawinata

Nadeo, sang penjaga gawang andalan, punya beberapa pertimbangan penting sebelum menerima tawaran endorse:

  1. Kualitas Brand: Produknya harus jelas dan berkualitas.
  2. Jadwal: Endorse gak boleh bentrok sama jadwal latihan dan pertandingan. “Kalau mengganggu, sudah pasti saya tolak,” tegasnya.
  3. Momen: Hindari syuting atau upload postingan saat tim lagi gak mood (misalnya, baru kalah).

Nadeo juga menegaskan bahwa dirinya adalah atlet, bukan selebgram. Jadi, gak bisa sembarangan terima tawaran iklan.

Pengalaman Anthony Ginting

Anthony Ginting
Image just illustration

Buat Ginting, kepercayaan dari brand itu bonus dari performa di lapangan. “Apa yang kita capai di turnamen, itu jadi daya tarik juga untuk brand,” ungkapnya. Awalnya, Ginting merasa canggung saat syuting iklan. Tapi, lama-lama jadi terbiasa. Sekarang, dia lebih senang kalau produk yang dipromosikan berkaitan dengan olahraga dan kesehatan.

Ginting juga punya spesifikasi khusus. Dia menolak tawaran dari brand yang berbau alkohol dan sejenisnya. Keren!

Naik Daun = Naik Harga!

Prestasi itu berbanding lurus dengan nilai kontrak endorse. Semakin tinggi ranking atlet di BWF, semakin mahal juga nilai kontraknya. Hal ini juga jadi motivasi tambahan buat atlet muda untuk terus berprestasi. Lanny Tria Mayasari (ganda putri) dan Putri Kusuma Wardani (tunggal putri) juga merasakan manfaat dari endorsement. Bahkan, Putri Kusuma Wardani bisa merenovasi rumah orang tuanya dari hasil endorse.

Nominal Iklan: Cukup Menunjang

Nadeo gak menampik kalau nominal yang dihasilkan dari iklan cukup lumayan. Pihak klub juga mendapat benefit dari sponsor yang memakai jasanya. Sementara itu, Ginting merasa pemasukan dari iklan bisa buat nambah-nambah segala macam.

Kesimpulan: Atlet Berprestasi, Brand Happy!

Dunia endorsement emang jadi angin segar buat para atlet. Selain dapat penghasilan tambahan, mereka juga bisa mempromosikan gaya hidup sehat dan menginspirasi banyak orang. Tapi, ingat ya, performa di lapangan tetap jadi prioritas utama!

Gimana menurut kamu? Apakah endorsement itu penting buat atlet? Atau justru bisa mengganggu fokus mereka? Jangan ragu buat berbagi pendapat di kolom komentar ya! Kalau kamu suka artikel ini, jangan lupa share ke teman-temanmu! Sampai jumpa di artikel berikutnya!

Posting Komentar