Daging Beku Bye-Bye! Pemerintah Genjot Impor Sapi Hidup, Kenapa Ya?
Wih, ada berita seru nih! Pemerintah lagi putar otak soal impor daging, lho. Katanya sih, daging beku mau dikurangin, terus impor sapi hidup malah digenjot. Kenapa ya? Yuk, kita bahas!
Impor Daging Beku: Bye-Bye?¶
image just illustration
Jadi gini, teks Pak Menko Pangan, Zulkifli Hasan, alias Zulhas, bilang pemerintah udah sepakat nambah kuota impor sapi hidup alias sapi bakalan sebanyak 184.000 ekor. Wah, banyak juga ya? Awalnya kan kuotanya 350.000 ekor, jadi totalnya nanti ada 534.000 ekor sapi yang bakal didatengin dari luar negeri. Mantap!
“Kenapa sih kok malah sapi hidup yang diimpor?”
Nah, ini dia nih yang menarik.
Alasan di Balik Impor Sapi Hidup¶
Pemerintah pengen fokus ke proses penggemukan sapi yang bisa ngelibatin banyak pihak. Jadi, sapi bakalan impor itu dibeli pas usianya masih muda. Terus, pas udah nyampe Indonesia, ada waktu sekitar 6 bulan sampe setahun buat digemukin.
Selama proses penggemukan itu, petani rumput dan penjual makanan sapi juga ikutan kecipratan rezeki. Keren kan? Jadi, ada nilai tambah buat usaha-usaha terkait.
Kata Zulhas, ini lebih menguntungkan dibanding kalo Indonesia cuma impor daging sapi beku.
teks “Kalau penggemukan itu kan kita beli sapinya kecil. Digemukin 6 bulan, 1 tahun. Itu ada petaninya, ada petani rumput, ada (petani) makanan jagung. Jadi banyak yang terlibat,” ujarnya.
teks “Tapi kalau beku enggak, enggak ada nilai tambahnya. Beli beku dagingnya di es di sana masuk sini langsung jual,” lanjut Zulhas.
Impor Daging Beku Dikurangi Demi Peternak Lokal¶
Dengan ditambahnya kuota impor sapi bakalan, pemerintah janji bakal ngendaliin impor daging beku. Tujuannya biar peternak sapi dan petani lokal nggak rugi.
teks “Kalau dua-duanya dibebaskan, artinya ya ini mati nih yang penggemukan. Nah tadi yang penggemukan bakalan kita perbanyak artinya agar petani, peternak itu tidak rugi maka bekunya, daging bekunya yang dikendalikan,” ungkap Zulhas.
Jadi, intinya sih pemerintah pengen ngasih kesempatan buat peternak lokal buat berkembang.
Kesimpulan: Lebih Banyak Peluang, Lebih Banyak Rezeki!¶
Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap ada lebih banyak pihak yang bisa terlibat dan mendapatkan keuntungan dari industri daging sapi. Mulai dari importir sapi bakalan, peternak lokal, petani rumput, penjual makanan sapi, sampai konsumen juga diharapkan bisa merasakan dampaknya. Gimana menurut kalian? Setuju nggak sama kebijakan ini? Coba tulis pendapat kalian di kolom komentar ya! Jangan lupa kunjungi lagi untuk update berita lainnya!
Posting Komentar