Dedi Mulyadi: Nggak Bener Tuh! Aku Nggak Bayar Buzzer Buat Pencitraan!
Dedi Mulyadi Ngamuk Dibilang Bayar Buzzer? Emang Beneran Gak, Sih? 😱
Hai guys, ada berita seru nih! Kali ini tentang Kang Dedi Mulyadi, mantan Gubernur Jawa Barat yang terkenal nyentrik. Katanya, Kang Dedi ini dituduh bayar buzzer buat pencitraan. Wah, beneran gak ya? Yuk, simak selengkapnya!
Klarifikasi Kang Dedi: “Nggak Bener Tuh!”¶
image just illustration
Kang Dedi dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Dia bilang, semua konten media sosialnya, mulai dari YouTube sampai TikTok, dikelola sendiri. Gak pakai jasa influencer, buzzer, atau konsultan yang harganya selangit.
“Nggak Apa-apa jadi gubernur konten? Ya biarkan saja, lumayan, saya punya YouTube sendiri, punya TikTok sendiri, tidak perlu menyewa orang lain. Karena menyewa influencer, menyewa buzzer itu mahal, miliaran, bahkan puluhan miliar,” ujarnya saat acara di Majalengka, seperti dilansir Tribunnews.
Anggaran Lebih Baik Buat Rakyat¶
Kang Dedi juga menyindir penggunaan dana besar untuk pencitraan. Menurutnya, anggaran itu lebih baik dialokasikan untuk kebutuhan masyarakat yang lebih penting.
“Lumayan kan anggaran jeung influencer, buzzer jeng konsultan ku aing dipake imah ma Icih. Bener teu? Bener. (Lumayan kan, anggaran buat influencer, buzzer, dan konsultan saya pakai untuk bangun rumah sama Icih. Benar enggak? Benar),” katanya, disambut tawa warga. Ma Icih adalah seorang nenek yang rumahnya direnovasi oleh Kang Dedi.
Fokus Infrastruktur, Bukan Pencitraan¶
Kang Dedi menekankan bahwa dia lebih memilih menggunakan anggaran untuk membangun infrastruktur, seperti jalan. Dia ingin jalan-jalan di Jawa Barat bagus, dimulai dari jalan provinsi, lalu ke jalan kabupaten, dan akhirnya ke jalan desa.
Julukan “Gubernur Lambe Turah”¶
image just illustration
Selain soal buzzer, Kang Dedi juga menanggapi julukan “Gubernur Lambe Turah” yang diberikan oleh anggota DPR RI. Dia mengaku tidak ambil pusing dengan julukan tersebut.
“Keun bae Aing mah disebut ‘Gubernur Lambe Turah’ ge, da rata-rata jelma sok hayang asup ka ‘Lambe Turah’. (Tidak apa-apa saya dijuluki ‘Gubernur Lambe Turah’ karena saat ini rata-rata orang ikut ‘Lambe Turah’),” katanya santai.
Yang Penting Janji ke Rakyat¶
Kang Dedi menegaskan bahwa gelar apapun yang diberikan kepadanya tidak penting. Yang terpenting adalah janji-janjinya kepada rakyat bisa diwujudkan.
“Edek dibere gelar gubernur naon wae ge teu penting, nu penting mah naon nu dijanjikeun ka rakyat di wujudkeun. (Dikasih gelar gubernur apa saja juga tidak penting, yang penting itu apa yang dijanjikan kepada rakyat bisa diwujudkan),” tegasnya.
Kesimpulan¶
Gimana guys, seru kan beritanya? Kang Dedi Mulyadi dengan tegas membantah tuduhan membayar buzzer dan lebih memilih fokus pada pembangunan infrastruktur serta menepati janji kepada rakyat. Kita tunggu saja gebrakan-gebrakan Kang Dedi selanjutnya!
Oh iya, kalau kamu punya pendapat tentang berita ini, jangan ragu untuk komen di bawah ya! Atau mungkin kamu punya informasi lain tentang Kang Dedi? Share juga dong! Jangan lupa kunjungi lagi website ini untuk berita-berita menarik lainnya. Sampai jumpa!
Posting Komentar