Drama DPRD Memanas: PDIP Walk Out, Ada Apa dengan KDM?
Wih, drama politik Jawa Barat lagi panas nih! Fraksi PDIP DPRD Jabar walk out dari sidang paripurna. Kira-kira ada apa ya dengan KDM (Dedi Mulyadi)? Yuk, kita bedah beritanya lebih dalam!
Panasnya Hubungan PDIP dan Dedi Mulyadi: Walk Out Jadi Puncak Gunung Es?¶
image just illustration
Konflik antara Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (yang akrab disapa KDM), dengan PDIP sepertinya makin memanas. Walk out yang dilakukan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Barat pada sidang paripurna hari Jumat lalu (sekitar tanggal 16 Mei 2025, menurut data) menjadi sinyal terbaru dari ketegangan yang sudah lama bergejolak.
Kilas Balik Pilkada Jabar 2024: PDIP Sempat Kepincut KDM?¶
Menjelang Pilkada Jabar 2024, PDIP ternyata sempat mendekati KDM, lho! Tapi, akhirnya mereka memilih kader sendiri, Jeje Wiradinata dan Ronald Surapradja. Nah, di sinilah mulai muncul riak-riak kecil.
Survei-survei kala itu menunjukkan bahwa KDM memberi pukulan telak untuk PDIP. Basis-basis PDIP di Jawa Barat malah condong ke pasangan Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan. Bahkan, LSI mencatat pada 25 Oktober 2024, Kabupaten Ciamis (basis ‘merah’) berhasil “direbut” KDM dengan perolehan 67,7 persen. Di Majalengka, survei Indikator Politik per 2 November menunjukkan KDM-Erwan semakin tak terkejar dengan 87,7 persen!
Akhirnya, KDM-Erwan memenangkan Pilkada Jabar dengan 62 persen suara. Di Ciamis, mereka mendapatkan 57 persen suara, dan di Majalengka sebanyak 67 persen suara berhasil “dicuri” dari kandang banteng. Wah, lumayan bikin panas ya?
Banjir Jabodetabek 2025: Kritik dan Tantangan¶
Gesekan berlanjut pasca-banjir besar di Jabodetabek pada Maret 2025. KDM menuding alih fungsi lahan di Puncak sebagai penyebabnya dan mendesak pembongkaran. Ketua DPD PDIP Jabar, Ono Surono, langsung melayangkan kritik dan menantang KDM untuk membongkar bangunan lain, termasuk milik swasta, bukan hanya BUMD.
KDM merespons dengan mengatakan bahwa pembongkaran akan dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Jadi, siapa yang benar dan siapa yang salah?
Polemik Retret Kader PDIP dan Sindiran KDM¶
Setelah KPK menangkap Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto pada Februari 2025, Megawati Soekarnoputri melarang kepala daerah kader PDIP untuk ikut retret di Magelang. KDM menggunakan kesempatan ini untuk mengkritik kebijakan tersebut.
Dedi menyatakan bahwa kepala daerah harus tunduk pada keputusan pemerintah, baik pusat maupun daerah. Ia bahkan “memerintahkan” semua kepala daerah di Jawa Barat untuk mengikuti pengarahan dari Presiden Prabowo Subianto. “Jabar semuanya ikut sampai hari ini,” ujarnya.
Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?¶
Dengan panasnya situasi ini, kita jadi bertanya-tanya, apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah ini hanya awal dari badai yang lebih besar, ataukah akan ada rekonsiliasi di antara kedua belah pihak? Hanya waktu yang bisa menjawab.
Kesimpulan:
Drama antara PDIP dan Dedi Mulyadi ini memang seru untuk diikuti. Mulai dari persaingan di Pilkada Jabar, kritik soal penanganan banjir, hingga sindiran terkait retret kader, semuanya menambah bumbu dalam dunia politik Jawa Barat.
Gimana menurut kalian? Apakah KDM dan PDIP bisa menemukan titik temu, atau konflik ini akan terus berlanjut? Tulis pendapat kalian di kolom komentar ya! Jangan lupa kunjungi lagi untuk update berita lainnya!
Posting Komentar