Harga Ayam Naik Turun Bikin Pusing? Kementan Turun Tangan!

Table of Contents

Wih, harga ayam lagi bikin pusing ya? Tenang, Kementan (Kementerian Pertanian) nggak tinggal diam! Mereka lagi turun tangan langsung buat atasi masalah naik turunnya harga ayam ini. Yuk, simak berita selengkapnya!

Kementan Bergerak: Stabilkan Harga Ayam!

Harga Ayam Naik Turun Bikin Pusing? Kementan Turun Tangan!
image just illustration

Kementan melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) ambil langkah serius nih. Mereka bakal ngendaliin produksi ayam hidup alias livebird! Tujuannya jelas: biar harga ayam di tingkat peternak, khususnya di Jawa, jadi stabil. Soalnya, harga sekarang masih di bawah harga pokok produksi (HPP).

Strategi Jitu: Cutting Telur Tetas dan Afkir Dini

Menurut Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, pemerintah nggak diem aja ngadepin gejolak harga ini. Mereka ngambil langkah konkret buat nyeimbangin suplai dan permintaan. Gimana caranya?

  • Cutting telur tetas: Artinya, mengurangi jumlah telur yang ditetaskan.
  • Afkir dini: Alias, mengurangi populasi ayam indukan (parent stock) yang sudah tua.

“Kami mengambil langkah konkret bersama seluruh pihak untuk menyeimbangkan suplai dan permintaan. Pengendalian produksi melalui cutting telur tetas dan afkir dini menjadi kunci dalam merespons dinamika pasar ini,” kata Agung dalam keterangan di Jakarta, Ahad (18/5/2025).

Data per 14 Mei 2025 menunjukkan, mereka udah berhasil mengurangi telur tetas fertile (cutting HE) sebanyak 13,8 juta butir, setara dengan 11,4 juta anak ayam (DOC)! Selain itu, 284.062 ekor parent stock juga udah diafkir dari target 3 juta ekor. Mantap!

Rencana Aksi Stabilisasi Harga

Ditjen PKH juga lagi nyusun rencana aksi stabilisasi harga dan produksi livebird bareng kementerian dan lembaga terkait. Kepatuhan perusahaan pembibit bakal jadi indikator penting dalam evaluasi alokasi grand parent stock (GPS) tahun depan. Jadi, semua pihak harus patuh aturan ya!

Agung juga menambahkan: “Dengan langkah kolaborasi dan pengawasan terpadu, Kementan optimistis kestabilan harga ayam dan keberlanjutan usaha peternak rakyat bisa terjaga. Ini bukan hanya soal harga, tetapi juga tentang keadilan bagi peternak dan ketersediaan protein hewani bagi masyarakat.”

Pengawasan Diperketat!

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen PKH, Hary Suhada, bilang mereka bakal terus mantau dan ngawasin di lapangan. Pengawasan breeding farm, distribusi DOC, dan perhitungan kebutuhan ayam serta telur di tiap daerah bakal diperketat. Bahkan, check point lalu lintas ternak juga bakal dioptimalkan lagi!

Nggak cuma itu, surat resmi juga bakal diterbitin ke seluruh dinas provinsi buat mempercepat pengawasan produksi dan distribusi ayam ras. “Kita harus pastikan semua pelaku usaha pembibit mematuhi aturan sebagai bentuk tanggung jawab bersama menjaga usaha peternak rakyat,” kata Hary.

Jadi, Gimana Kelanjutannya?

Semoga dengan langkah-langkah yang diambil Kementan ini, harga ayam bisa stabil dan peternak rakyat nggak pusing lagi ya! Ketersediaan protein hewani buat masyarakat juga tetap terjaga.

Penasaran sama perkembangan berita ini? Jangan lupa pantengin terus informasinya! Komen di bawah kalau kamu punya pendapat atau pengalaman soal harga ayam ini ya! Atau, kunjungi lagi nanti untuk update berita lainnya. Sampai jumpa!

Posting Komentar