Keren! FloDeg, Alat Deteksi Kanker Buatan Indonesia Siap Pangkas Impor!
Wih, ada kabar gembira nih buat kita semua! Indonesia makin keren aja dengan inovasi di bidang kesehatan. Sebuah alat deteksi kanker buatan anak bangsa, namanya FloDeg, siap menggebrak pasar dan memangkas impor! Penasaran kan? Yuk, kita bahas lebih lanjut!
FloDeg: Jagoan Deteksi Kanker Buatan Indonesia¶
image just illustration
FloDeg ini bukan sembarang alat, lho. Produk radiofarmaka ini sudah resmi mengantongi izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Keren banget! Ini artinya, FloDeg sudah teruji dan aman untuk digunakan sebagai alat deteksi dini kanker. Alat ini dikembangkan oleh PT Bio Farma sebagai upaya mengurangi ketergantungan kita pada produk impor dan mewujudkan kemandirian farmasi nasional. Mantap!
Apa Sih Keunggulan FloDeg?¶
FloDeg ini adalah 18-F Fluorodeoxyglucose (FDG) pertama di Indonesia yang mendapatkan Nomor Izin Edar (NIE) dari BPOM. Singkatnya, alat ini berfungsi sebagai agen diagnostik kanker berbasis Positron Emission Tomography (PET-Scan). Jadi, dengan FloDeg, dokter bisa melihat dan mendeteksi sel kanker dengan lebih akurat.
Kepala BPOM, Bapak Taruna Ikrar, bilang kalau radiofarmaka itu penting banget. Banyak penyakit, termasuk kanker, bisa dipercepat penyembuhannya dengan penggunaan radiofarmaka. Nah, FloDeg ini adalah salah satu langkah maju kita dalam bidang tersebut.
Mengurangi Ketergantungan Impor¶
Bapak Taruna juga menyoroti tiga tantangan besar di bidang kesehatan yang dihadapi Indonesia:
- Berkembangnya penyakit baru
- Dominasi impor bahan baku obat
- Kebutuhan peningkatan kapasitas SDM dalam menghadapi kemajuan teknologi
Saat ini, lebih dari 90% bahan baku obat kita masih impor. BPOM mengajak semua pihak untuk mengurangi ketergantungan ini hingga minimal 50%. Dengan adanya FloDeg, kita bisa mengurangi impor radiofarmaka dan lebih mandiri dalam bidang kesehatan.
Kemandirian Teknologi Radiofarmasi¶
Menurut Ibu Yuliana Indriati, Direktur Pengembangan Usaha Bio Farma, diperolehnya NIE ini memperkuat posisi Bio Farma dalam peta industri farmasi berteknologi tinggi. Penerbitan NIE ini menjadi tonggak penting dalam transformasi Bio Farma dan membuka jalan bagi kemandirian teknologi radiofarmasi yang selama ini sangat bergantung pada impor.
FloDeg akan diproduksi dan didistribusikan secara nasional dari fasilitas berstandar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dan standar keselamatan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) yang berlokasi di Cikarang. Untuk memudahkan pemesanan, Bio Farma juga mengembangkan sistem digital Ordering Management System (OMS). Jadi, lebih praktis dan efisien!
Akses Diagnostik Kanker yang Merata¶
Ibu Yuliana menekankan bahwa dengan kehadiran FloDeg, layanan deteksi dini kanker berbasis PET-Scan dapat diperluas ke lebih banyak wilayah di Indonesia. Inovasi ini tidak hanya dinikmati segelintir daerah, tetapi menjadi bagian dari layanan kesehatan yang merata dan berkelanjutan.
FloDeg juga merupakan bagian dari pengembangan ekosistem theranostic, yaitu penggabungan terapi dan diagnostik dengan menggunakan radiofarmaka. Jadi, selain mendeteksi, FloDeg juga berperan dalam membantu terapi kanker.
Kesimpulan: Dukung Inovasi Anak Bangsa!¶
Keren banget kan inovasi FloDeg ini? Kita patut berbangga dan mendukung penuh produk buatan anak bangsa ini. Dengan adanya FloDeg, diharapkan penanganan kanker di Indonesia bisa lebih baik, lebih cepat, dan lebih merata.
Yuk, bagikan berita baik ini ke teman-teman dan keluarga! Mari kita dukung terus inovasi-inovasi di bidang kesehatan agar Indonesia semakin maju dan mandiri. Jangan lupa tinggalkan komentar di bawah, apa pendapatmu tentang FloDeg? Atau mungkin kamu punya pengalaman terkait deteksi dini kanker? Share yuk! Sampai jumpa di artikel berikutnya!
Posting Komentar