Lereng Slamet Bersenandung: Kisah Doa, Bumi, dan Keseimbangan Alam.

Table of Contents

Wih, denger-denger Gunung Slamet lagi bersenandung nih! Penasaran kan apa yang lagi terjadi di sana? Yuk, kita simak cerita seru tentang doa, bumi, dan keseimbangan alam di lereng gunung yang megah ini!

Lereng Slamet Bersenandung: Kisah Doa, Bumi, dan Keseimbangan Alam

Lereng Slamet Bersenandung: Kisah Doa, Bumi, dan Keseimbangan Alam.
image just illustration

Cerita ini dimulai dari suara tembang berbahasa Jawa yang mengalun indah di Dusun Sirongge, Desa Karangtengah, Banyumas. Bayangin deh, di tengah kabut pagi yang hening, suara itu menembus dan bikin merinding! Ternyata, ada sesuatu yang spesial sedang terjadi di sana.

Aksi Menanam Pohon yang Penuh Makna

Minggu itu, tepatnya tanggal 18 Mei, ratusan bibit pohon disambut oleh tanah basah yang siap menerima kehidupan baru. Bukan cuma sekadar menanam, tapi ada kidung yang dilantunkan oleh Bibi Retno, seorang seniman dan budayawan Banyumas. Ia gak cuma nyanyi, tapi juga merapal doa dalam tembang. Doanya itu lho, bikin kita sadar untuk berserah diri, diam, dan melihat hidup dengan mata batin. Keren banget kan?

Dalam keheningan itu, para penanam pohon jadi sadar kalau bumi ini perlu dirawat, bukan dikoyak. Dalem banget ya maknanya!

Kolaborasi untuk Alam

Aksi menanam pohon ini digagas oleh Yayasan Dhalang Nawan, tapi mereka gak sendirian. Para budayawan, pegiat lingkungan, dan seniman dari Banyumas, Pemalang, dan Brebes juga ikut serta. Solidaritas untuk alam emang bikin terharu!

pegiat lingkungan berjalan beriringan sambil membawa bibit pohon yang akan ditanam di lahan lereng
image just illustration

Salah satu bibit pohon nagasari ditanam bersama cokbakal, kendil kecil berisi bumbu dapur, telur, dan simbol-simbol kehidupan. Dalam falsafah Jawa, benda-benda itu bukan cuma sekadar sesajen. Ia adalah lambang harapan, agar yang tumbuh bukan hanya pohon, tapi juga keseimbangan hidup. Filosofi yang mendalam banget!

Bambang Barata Aji, Ketua Yayasan Dhalang Nawan bilang, “Ini memang menanam pohon. Tapi niat kami adalah untuk konservasi, untuk menjaga kehidupan.”

Seruan Darurat untuk Gunung Slamet

Bagi Bambang, penanaman ini adalah seruan darurat karena Gunung Slamet sedang rusak. Bukan cuma karena alih fungsi hutan jadi ladang kentang, tapi juga karena proyek energi panas bumi yang gagal dan meninggalkan luka ekologis. Ini adalah alarm buat kita semua!

Kesimpulan: Mari Jaga Alam Kita!

Kisah dari lereng Gunung Slamet ini bener-bener menyentuh hati ya. Ini bukan cuma tentang menanam pohon, tapi tentang merawat bumi, menjaga keseimbangan alam, dan menghargai kearifan lokal.

Gimana menurut kamu? Apa yang bisa kita lakukan untuk ikut menjaga alam? Yuk, bagikan pendapatmu di kolom komentar! Jangan lupa juga untuk datang lagi ke sini ya, karena akan ada banyak cerita menarik lainnya yang bisa kamu dapatkan! Sampai jumpa!

Posting Komentar