Narkoba Masuk Lapas Madiun? AMI: Udah, Legalkan Aja Sekalian!

Table of Contents

Wih, geger nih! Ada apa lagi di Lapas Madiun? Aliansi Madura Indonesia (AMI) sampai angkat bicara soal dugaan narkoba yang masuk ke sana. Penasaran kan? Yuk, simak berita selengkapnya!

AMI Geram: Legalkan Narkoba di Lapas Sekalian!

Narkoba Masuk Lapas Madiun? AMI: Udah, Legalkan Aja Sekalian!
Image just illustration

AMI, atau Aliansi Madura Indonesia, lagi panas nih sama penegakan hukum di Lapas dan Rutan Jawa Timur. Mereka merasa hukum kok tebang pilih banget. Ketua Umum AMI, Baihaki Akbar, sampai nyindir pedas dan ngasih usulan yang bikin geleng-geleng kepala.

Sindiran Pedas Soal Oknum Sipir

Baihaki bilang, kalau rakyat biasa ketahuan bawa sabu, langsung dicokok. Tapi kalau sipir yang nyelundupin, kok cuma dipindah tugasin? “Kalau memang gak ada sanksi tegas, ya udah, sekalian aja dibuatkan RUU yang melegalkan sipir mengonsumsi dan mengedarkan narkoba,” ujar Baihaki dengan nada sarkastik saat konferensi pers di DPRD Jatim.

Usut punya usut, sindiran ini merujuk pada kasus penyelundupan sabu-sabu oleh seorang oknum sipir di Lapas Pemuda Madiun. Narkobanya disembunyiin dalam nasi bungkus! Parahnya, meski terbukti bersalah, si oknum ini cuma dipindah tugas tanpa proses hukum yang jelas. Waduh!

Negara Membiarkan?

Baihaki tegas bilang ini bentuk nyata pembiaran oleh negara. “Kalau aparatnya sendiri sudah menjadi bagian dari jaringan peredaran narkoba, lalu siapa yang bisa kita harapkan menjaga lapas?” tanyanya dengan nada kecewa.

DPRD Jatim Dinilai Kurang Serius

AMI juga nyayangkan sikap DPRD Jawa Timur yang dianggap gak serius nanggepin masalah narkoba di lapas. Bayangin aja, surat audiensi yang diajuin AMI cuma ditanggepin sama staf, bukan anggota dewan atau pimpinan. Duh, penting gak sih masalah ini?

“Kalau memang persoalan ini dianggap tidak penting, katakan saja terus terang. Tapi ingat, ini menyangkut nyawa generasi muda. Kami datang membawa data dan harapan, bukan untuk acara seremonial,” imbuh Baihaki. Tegas banget!

Respon DPRD Jatim

Fahri, staf Komisi A DPRD Jatim, akhirnya minta maaf atas ketidakhadiran para anggota dewan. Dia janji aspirasi AMI bakal diterusin ke forum resmi.

“Kami sangat menghargai masukan dari AMI. Surat sudah kami terima dan akan dijadwalkan untuk pembahasan lebih lanjut. Kami juga akan melibatkan pihak-pihak terkait seperti BNNP dan Kanwil Kemenkumham,” jelas Fahri. Dia juga mastiin DPRD Jatim terbuka sama kritik publik dan berkomitmen menjadikan masalah narkoba di lapas sebagai agenda prioritas.

Kesimpulan: Saatnya Bertindak!

Gimana menurut kamu? Serius kan masalah ini? Narkoba di lapas itu udah kayak bom waktu. Kalau aparatnya aja terlibat, siapa lagi yang bisa dipercaya? Ini bukan cuma masalah Lapas Madiun, tapi masalah seluruh sistem. Kita sebagai masyarakat juga punya tanggung jawab buat ngawasin dan nyuarain kebenaran. Yuk, sama-sama kawal kasus ini!

Jangan lupa komen di bawah ya, apa pendapatmu tentang masalah ini? Atau punya info lain? Share di sini! Kunjungi terus website ini untuk berita terupdate lainnya. Sampai jumpa!

Posting Komentar