Pasar Terban Yogyakarta Berbenah! Siap Menyambut Wajah Baru di 2025.
Wih, ada kabar seru nih dari Yogyakarta! Pasar Terban lagi berbenah besar-besaran, siap-siap menyambut wajah baru di tahun 2025. Penasaran kan, apa aja yang berubah? Yuk, kita simak selengkapnya!
Pasar Terban Yogyakarta: Transformasi Menuju Pasar Rakyat Modern¶
image just illustration
Pemerintah pusat lagi ngebut banget nih revitalisasi Pasar Terban. Sabtu kemarin (10/5/2025), Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, langsung turun tangan buat mantau perkembangan proyeknya. Didampingi sama Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, dan tim dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) DIY, mereka memastikan semuanya berjalan sesuai rencana.
Pasar yang nantinya jadi pusatnya ayam dengan fasilitas rumah potong hewan, pedagang bahan kering, sampai jasa permak pakaian ini, bakal jadi pasar rakyat modern yang tetap ngelestariin kebutuhan lokal. Keren, kan?
Progres Pembangunan Sudah 60 Persen, Target Rampung September!¶
Diana Kusumastuti bilang progresnya udah sekitar 60 persen. Tapi, dia minta supaya dipercepat, biar bisa selesai tepat waktu di bulan September. Wah, gak sabar pengen lihat hasilnya!
“Saya melihat pasar ini progresnya sesuai. Tapi ini perlu dipercepat. Saya berharap September nanti sudah selesai dan tentunya sudah bisa dimanfaatkan sesuai dengan target,” tegas Diana.
Perhatian Khusus untuk Sanitasi dan Konsep Bangunan Hijau¶
Sanitasi, terutama di area pemotongan hewan, jadi perhatian utama. Diana mengingatkan pentingnya sistem kemiringan aliran air biar gak bau. Selain itu, konsep bangunan hijau dengan banyak bukaan harus tetap bikin pasar nyaman dan bersih.
“Saya tekankan untuk masalah sanitasi agar itu tidak bau. Kemiringan-kemiringan aliran air mohon itu menjadi perhatian,” ujarnya. “Kita akan tetap kontrol terus,” tambahnya.
Harapan dan Tantangan dari Walikota Yogyakarta¶
image just illustration
Walikota Hasto Wardoyo optimis banget dan berharap gak ada penundaan lagi. Target awal Juli, tapi mundur ke September karena kendala teknis.
“Saya berharap tidak mundur lagi karena ada pemotongan hewan. Sebetulnya itu yang agak krusial karena pemotongan hewan itu harus betul-betul terkendali ya terutama limbahnya,” ujar Hasto.
Penataan pedagang juga jadi perhatian. Pengalaman di pasar lain nunjukkin pedagang di lantai atas sering rugi karena sepi. Jadi, zonasi pedagang bakal disusun berdasarkan jenis usaha dan daya tariknya. Misalnya, pedagang yang udah punya pelanggan tetap bisa di lantai atas, sementara jasa permak jeans harus di tempat yang keliatan.
Penyempurnaan dan Fasilitas Baru¶
Kepala Satker Prasarana Strategis BPPW DIY, Haryo Satriyawan, nambahin kalo ada penyempurnaan berdasarkan arahan Wamen PU dan masukan dari para pengguna. Tujuannya buat ngatasin tampias hujan dan ngoptimalin fungsionalitas bangunan.
“Per hari ini perkembangan pembangunan Pasar Terban mencapai 60,34 persen dari total pekerjaan sampai September 2025,” terang Haryo.
Pasar ini nantinya bisa nampung 490 pedagang, termasuk pedagang ayam dari Pasar Terban dan pedagang kaki lima dari Gondokusuman, kayak permak jeans dan buku. Proses komunikasi awal udah dilakuin, sosialisasi teknis bakal nyusul setelah bangunan selesai.
Saat ini, pedagang masih nempatin shelter sementara di Batikan, dengan izin pinjam pakai dari Pemprov DIY sampai akhir tahun. Veronica Ambar Ismuwardani, Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, berharap sebelum Desember, mereka udah bisa balik ke Pasar Terban yang baru.
Kesimpulan: Pasar Terban, Simbol Modernisasi Pasar Tradisional¶
Revitalisasi Pasar Terban bukan cuma soal bangun fisik, tapi juga upaya buat ngehidupin lagi ekonomi rakyat dengan fasilitas yang sehat, tertata, dan ramah lingkungan. Ketika selesai nanti, pasar ini diharapkan jadi simbol modernisasi pasar tradisional yang tetap deket sama kebutuhan warganya.
Gimana menurut kalian? Keren banget kan perubahan Pasar Terban ini? Jangan lupa kasih komentar di bawah ya! Dan kalau kalian pengen tau info-info menarik lainnya, jangan ragu buat mampir lagi kesini! Sampai jumpa!
Posting Komentar