Singaparna Pusat Tasikmalaya: Kok Bisa Kumuh & Semrawut Gini, Ya?

Table of Contents

Waduh, Singaparna Tasikmalaya Kok Bisa Gini, Ya? 😱 Yuk, Bahas!

Eh, ada berita nih dari Tasikmalaya, tepatnya di Singaparna yang notabene pusat pemerintahan kabupaten. Kabarnya, penataan infrastruktur di sana menuai banyak kritik. Katanya sih, kumuh dan semrawut! Masa iya? 🤔

Singaparna Pusat Tasikmalaya: Kok Bisa Kumuh & Semrawut Gini, Ya?
Image just illustration

Sorotan Pedas dari Warga

Warga Singaparna pada ngeluh nih. Fasilitas dasar minim, trotoar rusak dan malah jadi lahan parkir atau tempat jualan PKL. Aduh, kasian banget pejalan kaki! 🚶‍♀️🚶‍♂️

Wawan (39), warga Leuwisari, bilang trotoar hampir nggak ada. Kalaupun ada, penuh motor dan pedagang. Jadi, terpaksa jalan di jalan raya, desak-desakan sama kendaraan. Ngeri! 😨

Neni (34), warga Kecamatan Singaparna juga nyayangkan respon pemerintah yang lambat dalam menata pusat kota. Penataan trotoar, zona PKL, dan estetika kota seharusnya jadi prioritas utama. Bener juga sih!

Revitalisasi Alun-Alun Setengah Hati?

Katanya, revitalisasi Alun-alun Singaparna pernah dilakukan, tapi masyarakat menilai penataan kawasan sekitarnya kayak setengah hati. Dua dekade terakhir, nggak banyak perubahan signifikan dalam tata ruang dan infrastruktur kota. Wah, sayang banget ya? 😔

Kritik dari LBH NU

Ketua Lembaga Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LBH NU) Kabupaten Tasikmalaya, Asep Abdul Rofik, juga ikut kritik keras stagnasi pembangunan di Singaparna. Pemerintah daerah dinilai gagal menghadirkan transformasi yang berpihak pada rakyat. Waduh! 😬

Menurut Asep, revisi RTRW dan RDTR dari masa Bupati Tatang Farhanul Hakim sampai Bupati Ade Sugianto nggak nunjukkin arah pembangunan yang jelas. Beliau juga menyoroti kemudahan perizinan minimarket dekat pasar tradisional dan izin tambang galian C yang rawan penyalahgunaan. Gagalnya relokasi Pasar Singaparna yang dirancang sejak 2013 juga bikin macet makin parah dan mempersempit ruang pejalan kaki. Kompleks banget masalahnya! 🤯

DPRD Angkat Bicara

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Tasikmalaya, H. Gumilar Akhmad Purbawisesa minta pemerintah daerah segera bergerak melakukan penataan menyeluruh. Relokasi Pasar dan Terminal Singaparna adalah kunci awal memperbaiki wajah kota. Nah, ini dia solusinya! 👍

Gumilar juga menyoroti kondisi jalan yang sempit dan minim alternatif memadai. Jalan Bojongkoneng sering bikin macet.

Jawaban dari Pemerintah Daerah

Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, dan Lingkungan Hidup (DPUTRLH) Kabupaten Tasikmalaya H. Yafit mengakui kalau kawasan pusat kota Singaparna belum masuk dalam rencana penataan secara menyeluruh sampai tahun 2025 ini. Tapi, pemerintah daerah tetap melaksanakan perbaikan secara rutin setiap tahun. Katanya sih, udah jadi agenda tahunan DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya. Semoga aja beneran ya! 🙏

Solusi dan Harapan

Intinya sih, perlu ada tindakan nyata dari pemerintah daerah untuk menata Singaparna. Mulai dari perbaikan infrastruktur, penataan PKL, sampai relokasi pasar dan terminal. Jangan cuma janji-janji manis aja ya! 🤞

Kita semua berharap Singaparna bisa jadi pusat pemerintahan kabupaten yang nyaman, indah, dan membanggakan. Setuju? 😊

Gimana pendapatmu tentang masalah ini? Yuk, share di kolom komentar! Siapa tahu ada solusi kreatif dari kamu yang bisa membantu memajukan Singaparna. Jangan lupa share artikel ini ke teman-temanmu ya! Mari kita kawal pembangunan Singaparna bersama-sama! 😉

Posting Komentar