UKSW Bergejolak: Mahasiswa Demo! Rektor Angkat Bicara Soal Tuntutan Fasilitas.
UKSW Memanas! Mahasiswa Demo, Rektor Turun Tangan!
Eh, ada kabar seru nih dari Salatiga! Kampus UKSW lagi rame banget. Mahasiswa pada turun ke jalan, demo! Penasaran kenapa? Yuk, simak berita selengkapnya!
Ada Apa dengan UKSW?¶
image just illustration
Jadi gini, Senin kemarin (5/5/2025), mahasiswa UKSW kompak melakukan aksi demonstrasi. Kalau pekan lalu yang demo itu dari Fakultas Hukum soal pergantian Dekan, kali ini giliran teman-teman dari Fakultas Teknologi Informasi (FTI) dan Fakultas Theologi (FTh) yang menyuarakan aspirasi mereka. Masalahnya apa? Fasilitas kampus dan kebijakan yang dianggap kurang oke!
Tuntutan Mahasiswa FTI dan FTh¶
Mahasiswa FTI bahkan sampai mengenakan kostum serba biru lho! Dekan FTI, Prof Danny Manongga, juga mengakui kalau fasilitas yang ada memang belum maksimal. Katanya, FTI itu fakultas besar dan penyumbang banyak pendapatan, tapi kok fasilitas internetnya kurang memadai? Hmm, ada yang perlu dibenahi nih.
Aksi ini juga berlangsung di Balairung Universitas pas kebaktian Senin pagi. Mahasiswa yang berpakaian putih membawa kertas bertuliskan penolakan kebijakan kampus. Prof Umbu Rauta, Dekan FH yang diberhentikan, juga ikut hadir sambil membawa kertas bertuliskan “Awas Tikungan Pejabat”. Wah, makin panas aja nih!
Respon Rektor UKSW¶
image just illustration
Menanggapi aksi ini, Rektor UKSW, Prof Intiyas Utami, berharap agar mahasiswa tetap menjaga kondusivitas kampus saat menyampaikan aspirasi. Beliau juga menekankan pentingnya saling menghargai pendapat dan tetap fokus kuliah demi masa depan yang lebih baik.
Soal pergantian pejabat struktural, Rektor Intiyas bilang kalau evaluasi kinerja itu dilakukan untuk meningkatkan kinerja di semua bidang. Beliau juga mengapresiasi kinerja Prof Umbu Rauta selama memimpin FH.
Terkait usulan mahasiswa FTI dan FTh soal fasilitas, Rektor mengapresiasi harapan mahasiswa FTI yang menginginkan adanya penambahan fasilitas sekalipun sudah dilakukan penambahan komputer juga perbaikan infrastrukur kelas tematik. Perbaikan jalan menuju FTI juga jadi perhatian pimpinan UKSW agar lingkungan tetap asri dan tidak merugikan mahasiswa.
UKSW Kampus yang Demokratis¶
Rektor Intiyas menandaskan bahwa UKSW adalah kampus yang memberikan kebebasan berpendapat, tapi tetap harus dilakukan dengan bermartabat dan tidak ditunggangi kepentingan pribadi atau kelompok.
Soal isu di Fakultas Teologi, Rektor menegaskan bahwa UKSW tidak pernah memberhentikan Pendeta Rama Tulus. Justru Pendeta Rama Tulus yang mengundurkan diri.
Beliau juga meminta agar penyampaian aspirasi dilakukan dengan data yang valid dan positif, serta mengajak mahasiswa untuk bijak menggunakan media sosial dan tetap berpegang pada motto Takut akan Tuhan sebagai Awal Pengetahuan.
Kesimpulan¶
UKSW lagi ramai nih dengan aksi demonstrasi mahasiswa. Tapi, Rektor Intiyas sudah turun tangan dan memberikan respon positif terhadap aspirasi yang disampaikan. Semoga masalah ini cepat selesai dan UKSW kembali kondusif ya!
Gimana pendapat kalian tentang berita ini? Jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah! Atau, jika kalian ingin tahu informasi lain tentang UKSW atau berita kampus lainnya, jangan lupa kunjungi website kami lagi ya! Sampai jumpa!
Posting Komentar