Bahlil Buka Suara: Beneran Dimarahi Prabowo Gara-Gara Tambang Raja Ampat?

Table of Contents

Eh, denger-denger Menteri ESDM, Pak Bahlil, sempet kena tegur Pak Prabowo soal tambang di Raja Ampat? Wah, beneran nih? Yuk, kita bedah beritanya!

Bahlil Buka Suara Soal Kabar “Dimarahi” Prabowo: Ada Apa dengan Tambang Raja Ampat?

Bahlil Buka Suara: Beneran Dimarahi Prabowo Gara-Gara Tambang Raja Ampat?
image just illustration

Jadi gini, gaes, belakangan ini santer terdengar kabar kalau Pak Prabowo, Presiden terpilih kita, sempet “nyemprot” beberapa menteri, termasuk Pak Bahlil. Penyebabnya? Diduga karena polemik tambang nikel yang lagi panas di Raja Ampat, Papua Barat.

Bantahan Langsung dari Pak Bahlil

Tapi, tenang dulu! Pak Bahlil sendiri udah angkat bicara soal isu ini. Waktu ditanya wartawan, beliau malah balik nanya, “Kamu kok kayak paling tahu aja?” sambil ketawa. Intinya, Pak Bahlil membantah keras kabar dirinya dimarahi Pak Prabowo. Katanya sih, “Enggak lah (dimarahi Prabowo).” Singkat, padat, jelas!

Empat IUP Tambang Nikel Dicabut!

Nah, yang menarik, di kesempatan yang sama, Pak Bahlil juga ngumumin kalau pemerintah udah mencabut izin usaha pertambangan (IUP) nikel milik empat perusahaan di Kabupaten Raja Ampat. Perusahaan-perusahaan itu adalah PT Anugerah Surya Pratama, PT Nurham, PT Mulia Raymond Perkasa, dan PT Kawei Sejahtera Mining. Wih, kenapa tuh?

Alasan Pencabutan: Lingkungan dan Geopark

Menurut Pak Bahlil, ada beberapa alasan kenapa izin tambang ini dicabut. Salah satunya adalah karena laporan dari Menteri LHK, Hanif Faisol Nurofiq, yang menyatakan kalau kegiatan pertambangan itu melanggar aturan lingkungan. Selain itu, setelah dicek di lapangan, ternyata sebagian kawasan tambang itu masuk ke dalam kawasan Geopark Raja Ampat yang harus dilindungi.

Pak Bahlil juga menambahkan kalau keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan masukan dari pemerintah daerah dan tokoh-tokoh masyarakat setempat. Intinya, Pak Presiden pengen Raja Ampat tetap jadi primadona wisata dunia!

Lalu, Gimana Nasib PT Gag Nikel?

Mungkin ada yang bertanya, “Lho, terus kenapa izin tambang milik PT Gag Nikel di Pulau Gag nggak dicabut?” Nah, Pak Bahlil jelasin, kalau PT Gag Nikel ini udah menjalankan kegiatan operasionalnya sesuai dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) yang berlaku. Selain itu, perusahaan ini juga termasuk dalam aset negara yang strategis. Jadi, aman, deh!

Dampak Kerusakan Lingkungan?

kerusakan lingkungan Raja Ampat
image just illustration

Sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memang lagi mendalami dugaan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh empat perusahaan nikel di Raja Ampat, termasuk PT Gag Nikel. Bahkan, Menteri LH, Hanif Faisol Nurofiq, sempat nyebut kalau pihaknya udah nyegel perusahaan tambang tersebut.

Katanya sih, kondisi lingkungan di Pulau Manuran tempat PT Anugerah Surya Pratama beroperasi, udah agak serius karena kegiatan penambangan nikel yang kurang hati-hati. KLH pun lagi ngambil sampel dari lokasi penambangan dan meminta keterangan ahli untuk menghitung kerugian dan kerusakan lingkungan yang diakibatkan. Hasilnya masih ditunggu, ya!

Kesimpulan

Intinya, guys, polemik tambang di Raja Ampat ini emang lagi jadi sorotan. Kabar Pak Bahlil dimarahi Prabowo sih dibantah, tapi pencabutan izin empat perusahaan tambang nikel menunjukkan kalau pemerintah serius dalam menjaga lingkungan Raja Ampat.

Gimana menurut kalian? Apakah keputusan pemerintah ini sudah tepat? Atau ada hal lain yang perlu diperhatikan? Yuk, diskusi di kolom komentar! Jangan lupa pantengin terus berita terbaru dan informasi menarik lainnya di sini, ya! See you!

Posting Komentar