Dahsyatnya Letusan Supervolcano: Bumi Bisa Berubah Drastis! Siap-siap?
Wih, ngeri banget! Bumi kita ternyata bisa berubah drastis gara-gara letusan supervolcano! Kebayang nggak sih dahsyatnya kayak apa? Yuk, kita bahas lebih dalam biar makin waspada!
Dahsyatnya Letusan Supervolcano: Bumi Bisa Berubah Drastis! Siap-siap?¶
image just illustration
Tanda-tanda Supervolcano Mau Meletus?¶
Emang susah sih nebak kapan gunung berapi mau meletus. Tapi, ada beberapa tanda yang bisa kita perhatiin, nih. Misalnya, permukaan tanah jadi menggembung, kadar gas gunung berapi naik, dan suhu juga berubah. Tapi yang paling mengerikan itu kalau ada gempa bumi! Tanah kayak bergeser gitu, kayak lagi siap-siap buat letusan yang bakal datang.
Intinya, kalau aktivitas di ruang magma (tempat magma disimpan sebelum meletus) meningkat, gempa bisa makin sering dan makin kuat. Magma kan makin deket ke permukaan tuh. Gempa itu bisa bikin tanah di atas gunung berapi retak dan hancur, terus nyemburin magma dan gas deh. Nah, kalau ada tanda-tanda kayak gini, mending lembaga setempat langsung evakuasi warga sekitar, deh!
Dampaknya Kalau Supervolcano Beneran Meletus?¶
Salah satu supervolcano yang masih aktif itu ada di bawah Taman Nasional Yellowstone di Amerika Serikat. Kalau ruang magmanya tiba-tiba meletus, gelombang kejutnya bisa mematikan banget! Gelombang tekanan itu bisa ngebunuh banyak makhluk hidup, termasuk kita, manusia!
Inget nggak sama letusan gunung berapi bawah laut Hunga Tonga-Hunga Ha’apai di Tonga tahun 2022? Itu aja udah bikin tsunami besar dan gelombang tekanan yang luar biasa. Padahal, itu bukan supervolcano, lho! Kebayang nggak sih kalau supervolcano yang meletus?
Fisikawan Mark Boslough bilang, gelombang dari letusan gunung Tonga itu kayak ledakan sonik super besar, mirip sama gelombang Lamb yang berasal dari uji coba senjata nuklir. Gunung Krakatau di Indonesia juga pernah punya dampak serupa.
Gunung Krakatau meletus tahun 1883, dan letusannya dahsyat banget! Pelaut Inggris yang jaraknya 64 kilometer aja sampe pecah gendang telinganya gara-gara gelombang kejutnya! Kapten kapal Inggris itu sampe mikir kiamat udah dateng! Tsunami yang dihasilkan sama letusan Krakatau ngebunuh sekitar 36 ribu orang, bahkan ada yang bilang lebih dari 120 ribu orang! Tapi, Krakatau bukan supervolcano, indeks ledakannya cuma VEI 6. Jadi, gimana kalau supervolcano yang meletus? Bisa lebih parah dari itu!
Supervolcano Itu Penyimpan Magma Raksasa¶
Supervolcano itu nyimpen banyak banget magma. Kerusakannya tergantung seberapa banyak magma yang keluar. Kalau semua magma itu nyembur ke permukaan, wah, kerusakannya bisa parah banget!
Kaldera Yellowstone itu ada di atas dua reservoir magma besar. Ruang magma yang paling deket ke permukaan itu sekitar 4,8 kilometer, panjangnya 88 kilometer, dan lebarnya 40 kilometer! Menurut penelitian, jumlah magma cairnya sekitar 20 persen. Ruang magmanya yang lebih dalem ada di kedalaman 19-48 kilometer, tapi cuma 2 persen dari magma itu yang udah mencair.
image just illustration
Angka segitu udah banyak banget, lho! Kebanyakan perkiraan bilang, letusan Yellowstone bisa ngasilin lebih dari 1 kilometer persegi lava. Beberapa letusan yang terjadi 640.000 tahun lalu bahkan bikin kawah besar yang disebut kaldera.
Semua lava, abu, gas super panas, dan material lain yang dimuntahin supervolcano pasti ngosongin ruang di perut gunung. Pas letusan besar, ruang itu jadi nggak punya penyangga karena kehilangan batuan cair yang pernah ditampungnya. Akibatnya, ruang berongga ini runtuh dan nelan apa aja yang ada di atasnya. Depresi besar yang dihasilkan dari fenomena ini disebut kaldera. Nah, setelah letusan selesai, kaldera bakal keisi air dan jadi danau besar. Kayak Danau Toba di Indonesia!
Danau Toba itu danau terbesar yang terbentuk oleh gunung berapi. Isinya lebih dari 240 kilometer kubik air dan kedalamannya mencapai 500 meter lebih! Kaldera terbesar yang ada di bawah air itu Kaldera Apolaki, letaknya di Laut Filipina, sebelah timur Pulau Luzon. Lebarnya sekitar 149 kilometer, dan letusannya terjadi sekitar 41 juta tahun yang lalu.
Bahaya Aliran Piroklastik dan Abu Vulkanik¶
Aliran piroklastik itu massa material vulkanik kayak abu, batu, dan gas yang ngeluncur dari sisi gunung berapi dengan kecepatan lebih dari 100 kilometer per jam! Massa material ini sering kali padat dan suhunya bisa mencapai 700 derajat celsius! Jadi, apa pun atau siapa pun yang ada di jalurnya bakal kebakar habis! Inget letusan Gunung Vesuvius tahun 79 Masehi? Banyak penduduk di Herculaneum tewas karena aliran piroklastik yang super panas ini.
Supervolcano bisa ngasilin aliran piroklastik yang mematikan banget! Kalau Yellowstone meletus, aliran piroklastiknya bisa nyampe 99 kilometer dari episentrum letusan!
Abu yang dihasilkan dari letusan supervolcano bisa terbang tinggi ke atmosfer dan nyebar luas. Abu vulkanik ini mengandung serpihan material yang bahaya dan korosif. Kalau basah, abu juga bisa ganggu peralatan elektronik.
Abu superhalus ini bisa masuk ke ventilasi udara dan mesin kendaraan, jadi ganggu aktivitas dan bahaya buat kesehatan. Bukti letusan Yellowstone di masa lalu bahkan nyampe Teluk Meksiko, lho!
Ancaman Kesehatan Akibat Abu Vulkanik¶
Abu yang dihasilkan dari letusan supervolcano itu ancaman buat kesehatan manusia! Abu vulkanik yang halus ini bisa bikin saluran pernapasan bagian atas iritasi dan memperburuk kondisi pernapasan buat penderita asma. Abu juga bisa bikin mata perih dan kulit iritasi.
Abu vulkanik yang mengandung silika tinggi juga bisa bikin masalah jangka panjang. Kalau supervolcano meletus dengan abu kayak gini, terus kehirup, jaringan paru-paru manusia bakal iritasi. Akibatnya, orang yang terpapar bisa kena penyakit silikosis.
Ada juga masalah asam sulfat, yang bisa diproduksi pas air di atmosfer berikatan sama gas sulfur dioksida yang keluar dari gunung berapi. Ini bisa bikin kualitas udara menurun dan memicu masalah kesehatan jangka panjang.
Lahar dan Perubahan Iklim Global¶
Lahar itu campuran air dan puing vulkanik yang dihasilkan oleh letusan gunung berapi dan bisa gerak turun bukit dengan kecepatan lebih dari 160 kilometer per jam! Curah hujan yang terjadi setelah letusan juga bisa bikin abu vulkanik halus jadi lahar. Ancaman lahar bisa berlangsung lama setelah letusan.
Kalau gunung berapi ngasilin banyak abu dan material letusan lainnya, tanah di sekitarnya bisa kebanjiran. Lahar bisa terus-menerus terjadi dan ngancurin bangunan, mutusin jalan, dan ngebunuh siapa aja yang ada di deketnya.
Letusan gunung berapi bisa dahsyat banget dan bisa mempengaruhi Bumi sementara waktu. Contohnya, letusan Gunung Pinatubo tahun 1991 di Filipina. Letusan ini nyemburin sekitar 15 juta ton sulfur dioksida ke atmosfer. Selama 2 tahun berikutnya, gas vulkanik itu mantulin dan nyerap sinar Matahari. Akibatnya, suhu Bumi turun sekitar -17 derajat celsius pada puncaknya!
image just illustration
Tapi, Gunung Pinatubo bukan supervolcano, lho, karena letusannya cuma skala 6 VEI. Suhu Bumi yang lebih rendah ini justru bisa bahayain produksi pertanian dan bikin krisis pangan serta kelaparan. Hidrogen halida, sekelompok asam beracun, yang dihasilkan oleh letusan juga bisa ngerusak tanaman dan bikin pasokan pangan serta ekonomi global menurun drastis.
Letusan gunung berapi super bernama Toba, yang terjadi sekitar 74 ribu tahun yang lalu di Indonesia, ternyata bisa ngilangin banyak ozon dari atmosfer! Penyebabnya karena gas vulkanik kayak hidrogen klorida. Gas yang naik ke atmosfer bisa ganggu pembentukan senyawa penting ini dan bikin reaksi kerusakan ozon.
Pas hidrogen klorida ada di stratosfer Bumi, dia nyerap radiasi ultraviolet dari Matahari. Akibatnya, paparan sinar Matahari bisa nyebabin kanker. Untungnya, kerusakan ozon akibat vulkanik ini nggak berlangsung selamanya. Efek penipisan ozon dari letusan gunung berapi cuma sementara dan sering kali mereda dalam beberapa tahun. Tapi, nggak ada yang tahu berapa lama kerusakan ozon bakal berlangsung setelah letusan gunung berapi super yang kuat.
Gunung bergelar supervolcano emang mengerikan. Indonesia sendiri pernah ngalamin beberapa letusan gunung terbesar, kayak Tambora, Toba, dan Krakatau. Tapi, cuma Gunung Toba aja yang bergelar supervolcano. Meski jadi proses dari perjalanan alam, letusan gunung berapi juga harus diwaspadai bagi warga sekitar yang rumahnya nggak jauh dari gunung berapi.
Kesimpulan: Siap Siaga Menghadapi Ancaman Supervolcano!¶
Gimana, guys? Jadi makin ngeri kan sama dahsyatnya letusan supervolcano? Meskipun kita nggak bisa ngontrol kapan supervolcano bakal meletus, kita bisa lebih waspada dan siap siaga. Jangan lupa pantau terus informasi dari lembaga terkait dan ikuti arahan evakuasi kalau ada tanda-tanda bahaya.
Yuk, mulai sekarang kita lebih peduli sama lingkungan dan selalu siap siaga menghadapi bencana alam! Jangan lupa share artikel ini ke teman-temanmu biar mereka juga ikutan waspada! Kalau kamu punya pengalaman atau pendapat tentang supervolcano, tulis di kolom komentar ya! Atau, kalau kamu mau tau info menarik lainnya, jangan lupa kunjungi website ini lagi!
Posting Komentar