Diksar Maut Pratama: Mahasiswa Bergelora, Lilin Keadilan Dinyalakan!
Geger! Mahasiswa Unila Nyalakan Lilin Keadilan untuk Pratama!
Kabar duka kembali menyelimuti dunia kampus. Pratama Wijaya Kusuma, seorang mahasiswa Universitas Lampung (Unila), meninggal dunia setelah mengikuti pendidikan dasar (diksar) Mahasiswa Ekonomi Pencinta Lingkungan (Mahepel). Kejadian ini memicu aksi kepedulian dari ratusan mahasiswa Unila yang turun ke jalan menyuarakan tuntutan keadilan.
image just illustration
Aksi Solidaritas di Bundaran Air Mancur Unila¶
Pada Selasa malam, 3 Juni 2025, bundaran air mancur kampus Unila menjadi saksi bisu aksi solidaritas yang mengharukan. Ratusan mahasiswa, mengenakan pakaian serba hitam dan membawa setangkai mawar merah, berkumpul untuk menyalakan lilin dan melantunkan doa bagi almarhum Pratama. Suasana khidmat terasa, diiringi dengan pembacaan puisi yang menyayat hati, menggambarkan peristiwa tragis yang menimpa almarhum.
Tuntutan Keadilan Bergema¶
Koordinator aksi, Zidan, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk kepedulian mendalam terhadap apa yang dialami Pratama. Lebih dari sekadar aksi simbolik, ini adalah tuntutan nyata atas keadilan bagi almarhum. Zidan juga menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk protes terhadap berbagai kasus kekerasan yang kerap terjadi di organisasi-organisasi mahasiswa di Unila.
“Kami menentang segala bentuk kekerasan di organisasi-organisasi mahasiswa. Kami berdoa agar almarhum mendapatkan keadilan,” tegas Zidan.
Luka Memar dan Dugaan Kekerasan¶
Kasus ini semakin memilukan dengan adanya dugaan kekerasan yang dialami Pratama selama diksar. Ibunda Pratama bahkan membantah putranya memiliki riwayat tumor otak, seperti yang sempat beredar. Kenyataan ini menambah daftar panjang pertanyaan yang harus segera dijawab oleh pihak-pihak terkait.
Apa yang Bisa Kita Pelajari?¶
Peristiwa tragis ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya:
- Keamanan dan keselamatan dalam setiap kegiatan mahasiswa.
- Transparansi dan akuntabilitas dalam organisasi-organisasi mahasiswa.
- Kepedulian dan solidaritas antar sesama mahasiswa.
Saatnya Bertindak!¶
Kematian Pratama adalah tragedi yang seharusnya tidak terjadi. Mari kita jadikan peristiwa ini sebagai momentum untuk mewujudkan lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan. Suarakan pendapatmu, dukung aksi-aksi positif, dan jangan biarkan keadilan hanya menjadi mimpi.
Bagaimana pendapatmu tentang kasus ini? Apa yang bisa kita lakukan bersama untuk mencegah kejadian serupa di masa depan? Jangan ragu untuk berbagi pemikiranmu di kolom komentar! Kunjungi kami lagi untuk mendapatkan informasi terkini dan berita inspiratif lainnya.
Posting Komentar