Geger! Gus Ulil Sebut Penolak Tambang Mirip Wahabi, Aktivis Lingkungan Kaget!

Table of Contents

Waduh, lagi rame nih! Gus Ulil, tokoh PBNU yang kita kenal, bikin pernyataan yang cukup mengagetkan. Katanya, aktivis lingkungan yang getol banget nolak tambang itu mirip sama Wahabi? Nah loh, kok bisa gitu? Yuk, kita bedah lebih dalam!

Gus Ulil vs. Aktivis Lingkungan: Kok Bisa Mirip Wahabi?

Geger! Gus Ulil Sebut Penolak Tambang Mirip Wahabi, Aktivis Lingkungan Kaget!
image just illustration

Jadi gini ceritanya, semua bermula dari diskusi di acara TV. Iqbal Damanik dari Greenpeace nanya ke Gus Ulil, ada gak sih tambang di Indonesia yang bisa beneran balikin ekosistem kayak semula? Gus Ulil malah balik nanya, kenapa harus fokus banget sama pengembalian ekosistem awal?

Trus, Gus Ulil bikin analogi sama perubahan lingkungan akibat pertumbuhan penduduk. Katanya, dulu waktu kecil, lingkungan di kampungnya masih asri banget, tapi sekarang udah beda karena banyak penduduk. Anaknya jadi gak bisa nikmatin lingkungan yang sama.

Nah, pas Iqbal Damanik nekenin perbedaan dampak antara aktivitas manusia biasa sama alat berat tambang, disitulah Gus Ulil nyeletuk soal Wahabi. Menurutnya, sikap yang terlalu menuntut kemurnian ekologis itu mirip Wahabisme.

Gus Ulil bilang, “Wahabisme itu artinya begini, orang wahabi itu begitu kepinginnya menjaga kemurnian teks, sehingga teks tidak boleh disentuh sama sekali. Harus puritan. Nah, saya mengatakan, teman-teman lingkungan ini terlalu ekstrem, seperti menolak sama sekali mining, karena industri ekstraksi selalu pada dirinya dangerous dan itu berbahaya.”

Wahabisme: Apaan Tuh?

Buat yang belum familiar, Wahabisme itu gerakan yang muncul di Arab Saudi abad ke-18. Mereka pengen memurnikan ajaran Islam dari hal-hal yang dianggap bid’ah, khurafat, atau syirik. Jadi, fokusnya ke ajaran Islam yang paling dasar dan tekstual.

Kalau kata NU Online, Wahabisme itu ketat banget dalam menafsirkan ajaran Islam dan anti banget sama praktik keagamaan lokal yang dianggap gak sesuai sama tauhid murni. Muhammadiyah juga punya pandangan serupa, ada sisi positifnya karena ngajak umat balik ke inti ajaran Islam, tapi bisa jadi negatif kalau penerapannya kaku dan gak kontekstual.

Maksudnya Gus Ulil Apa Dong?

Intinya, Gus Ulil mungkin pengen ngasih kritik ke aktivis lingkungan yang dianggap terlalu idealis. Beliau menekankan pentingnya menghitung maslahat (manfaat) dan mafsadat (kerusakan) dalam memanfaatkan sumber daya alam. Jadi, gak cuma mikirin lingkungan, tapi juga mikirin dampak ekonominya.

Mungkin beliau menganggap penolakan tambang secara total itu gak realistis dan perlu ada kompromi. Tapi, ya namanya juga pendapat, pasti ada yang setuju dan ada yang enggak.

Jadi, Gimana Sikap Kita?

Perdebatan ini nunjukkin betapa kompleksnya isu lingkungan dan pembangunan. Gak ada jawaban tunggal yang bener. Kita perlu mikirin dampak jangka panjang buat lingkungan, tapi juga kebutuhan ekonomi masyarakat. Penting banget buat diskusi terbuka dan cari solusi yang paling adil buat semua pihak.

Yuk, kasih pendapatmu di kolom komentar! Apa tanggapanmu soal pernyataan Gus Ulil ini? Apakah penolakan tambang secara total itu realistis? Atau, ada solusi lain yang lebih baik? Jangan lupa, kunjungi lagi ya, buat dapetin info-info menarik lainnya!

Posting Komentar