Gibran "Boneka"? Pengamat Ungkap Nasibnya Usai Pilpres!
Waduh, Gibran Jadi “Boneka”? Pengamat Politik Bilang Begini Soal Nasibnya!
Hai guys, lagi pada ngapain nih? Pasti lagi scroll sosmed kan? Nah, gue mau kasih tau berita yang lagi hot banget nih. Jadi, ceritanya, Wakil Presiden kita, Mas Gibran, lagi jadi sorotan. Katanya sih, ada pengamat politik yang bilang doi kayak “boneka” doang di pemerintahan. Waduh, kok bisa ya? Yuk, kita simak ulasannya!
Gibran: Antara Tugas Negara dan Pandangan Miring
image just illustration
Tujuh bulan menjabat sebagai Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka makin jadi perbincangan. Apalagi setelah Pilpres 2024 kemarin. Banyak yang penasaran, sebenernya Mas Gibran ini punya peran apa sih di pemerintahan?
Kata Pengamat: Gibran Cuma Dipakai Buat “Suara”?
Menurut pengamat politik, Mas Gibran ini kayaknya gak punya kekuatan apa-apa di pemerintahan. Doi cuma dipakai buat ngedapetin suara di Pilpres 2024, terutama buat ngamanin pendukung Bapaknya. Hmm, bener gak ya?
Aktif di Tugas Negara, Tapi Tetep Kena Kritik
image just illustration
Di satu sisi, Mas Gibran ini aktif banget loh ngejalanin tugas-tugas negara. Misalnya, doi pernah turun ke sawah bareng Menteri Pertanian buat dukung program swasembada pangan. Terus, doi juga bikin video monolog di YouTube yang ngebahas isu-isu nasional. Wah, keren juga ya!
Tapi, tetep aja ada yang kritik. Banyak yang mandang Mas Gibran ini sebagai simbol politik dinasti. Apalagi kenaikan posisinya yang cepet banget, dari Wali Kota Surakarta langsung jadi wakil presiden. Ditambah lagi putusan Mahkamah Konstitusi yang kontroversial soal batas usia calon wakil presiden. Jadi makin rame deh!
Keterlibatan Minim di Rapat Penting?
Sejumlah analis politik juga bilang, Mas Gibran ini kayaknya kesulitan buat mainin peran yang substansial di luar acara-acara resmi. Kabarnya, keterlibatannya dalam rapat-rapat strategis dan pengambilan kebijakan penting masih minim.
Yoes Kenawas: Persepsi yang Sulit Dihilangkan
Seorang analis dari Universitas Atma Jaya, Yoes Kenawas, bilang gini:
“Tampaknya ada persepsi yang terus-menerus bahwa ia tidak memperoleh jabatannya melalui kompetensi atau pengalaman, melainkan jabatan tersebut diperolehnya melalui kesepakatan gelap dan manipulasi hukum. Ini adalah gambaran yang sulit untuk dihilangkan.” Tegas banget ya!
Nasib Gibran ke Depannya Gimana?
Nah, ini yang jadi pertanyaan besar. Gimana ya nasib Mas Gibran ke depannya? Apakah doi bisa ngebuktiin kalo doi punya kompetensi dan bisa memberikan kontribusi yang berarti buat negara? Atau malah sebaliknya?
Yuk, Berikan Pendapatmu!
Gimana guys, menurut kalian tentang berita ini? Apakah kalian setuju dengan pendapat pengamat politik yang bilang Mas Gibran ini kayak “boneka”? Atau kalian punya pendapat lain? Yuk, share pendapat kalian di kolom komentar!
Jangan lupa juga buat pantengin terus berita-berita terbaru lainnya di sini ya! Siapa tau ada berita seru lainnya yang bisa kita bahas bareng. Sampai jumpa di artikel selanjutnya!
Posting Komentar