Margin Gede! NIM Amar Bank Nggak Main-Main, Tembus 24,93%! Kok Bisa?

Table of Contents

Wih, gokil! Margin Bank Amar Tembus 24,93%! Kok Bisa Sih?

Margin Gede! NIM Amar Bank Nggak Main-Main, Tembus 24,93%! Kok Bisa?
image just illustration

Penasaran nggak sih, kok bisa ya Bank Amar punya Net Interest Margin (NIM) yang segede itu? Padahal, rata-rata industri perbankan cuma 4,60% aja lho! Yuk, kita bedah rahasianya!

Apa Itu NIM dan Kenapa Ini Penting?

Buat yang belum tahu, NIM itu gampangnya adalah ukuran seberapa jago sebuah bank dalam menghasilkan untung dari duit yang dipinjamin ke orang. Jadi, makin tinggi NIM-nya, makin efisien bank itu dalam “memutar” uangnya.

Rahasia Dapur Bank Amar: UMKM dan Tunaiku

Menurut David Wirawan, SVP Finance Bank Amar, NIM mereka yang cetar membahana itu karena mereka fokus ke segmen nasabah yang risikonya lebih tinggi, yaitu UMKM. Nah, pinjaman ini disalurkan lewat layanan digital mereka yang namanya Tunaiku. Keren kan?

Risiko Tinggi, Untung Tinggi?

Namanya juga main di segmen yang challenging, pasti ada risikonya dong. David mengakui, dengan profil nasabah kayak gini, Non Performing Loan (NPL) alias kredit macet mereka juga pasti ikutan naik. Tapi, doi bilang, jangan langsung bandingin sama bank konvensional yang mainnya di korporasi.

Yang penting, kata David, adalah gimana bank bisa mengelola risiko tersebut dengan baik. Istilahnya, “high risk, high return” gitu deh.

Lebih Dalam dari Sekadar NPL

David menekankan, buat nilai kinerja bank, jangan cuma lihat NPL doang. Ada parameter lain yang juga penting, seperti:

  • NPL Net: NPL setelah dikurangi dengan cadangan kerugian.
  • Return on Assets (ROA): Seberapa untung bank dalam menghasilkan laba dari aset yang dimiliki.
  • Return on Equity (ROE): Seberapa untung bank dalam menghasilkan laba dari modal sendiri.
  • Capital Adequacy Ratio (CAR): Seberapa kuat modal bank dalam menanggung risiko.

Dari data yang ada, ROA Bank Amar sebesar 6,94%, ROE sebesar 8,13%, dan CAR mencapai 121,58%. Gokil!

Teknologi Jadi Andalan

David juga bilang, semua ini berkat penerapan teknologi Artificial Intelligence (AI), machine learning, dan big data analytics secara komprehensif. Jadi, mereka bisa nilai dan pantau risiko kredit secara real time. Bahkan, buat nagih utang pun mereka pakai data analitik buat identifikasi pola pembayaran nasabah! Canggih!

Dana Murah Jadi Kunci

Bank Amar juga pintar cari dana murah dari tabungan digital dan deposito. Rasio CASA (tabungan dan deposito) mereka berkontribusi 30% dari total Dana Pihak Ketiga (DPK). Dengan biaya dana (Cost of Fund/CoF) yang kompetitif, mereka bisa jaga selisih bunga tetap tinggi dan dukung kinerja NIM secara keseluruhan.

Kesimpulan: Jangan Lupa Riset!

Jadi, intinya, Bank Amar bisa punya NIM gede karena mereka berani main di segmen yang berisiko, tapi dengan pengelolaan risiko yang canggih. Mereka juga pintar manfaatin teknologi dan cari dana murah.

Gimana menurut kamu? Apakah ini strategi yang sustainable? Jangan lupa, sebelum investasi atau pinjam uang, selalu lakukan riset yang mendalam ya!

Yuk, diskusi di kolom komentar! Pengen tahu info menarik lainnya? Jangan lupa kunjungi lagi ya!

Posting Komentar