Nadiem Makarim Diperiksa KPK Pagi Ini, Soal Chromebook 9,9 Triliun!

Table of Contents

Waduh, ada berita heboh nih! Nadiem Makarim, mantan Mendikbudristek, kabarnya diperiksa KPK terkait kasus Chromebook senilai 9,9 Triliun! Gimana ceritanya, ya? Yuk, kita simak selengkapnya!

Nadiem Makarim Diperiksa KPK: Ada Apa dengan Chromebook 9,9 Triliun?

Nadiem Makarim Diperiksa KPK Pagi Ini, Soal Chromebook 9,9 Triliun!
Image just illustration

Mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim, dijadwalkan untuk memberikan keterangan di Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Senin, 23 Juni 2025. Pemeriksaan ini terkait dengan dugaan korupsi dalam program digitalisasi pendidikan di Kemendikbudristek periode 2019-2023, yang nilainya mencapai Rp9,9 triliun. Waduh, angka yang fantastis!

Apa Kata Kejagung?

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Harli Siregar, menjelaskan bahwa ini adalah pemeriksaan pertama bagi Nadiem dalam kapasitasnya sebagai mantan menteri. Pemeriksaan akan dilaksanakan di Gedung Bundar dan diharapkan dimulai pukul 09.00 WIB.

“Bahwa penyidik menjadwalkan pemeriksaan Nadiem Makarim sebagai saksi dalam kapasitasnya sebagai mantan menteri,” kata Harli.

Soal Pengadaan Chromebook

Salah satu fokus penyidikan adalah terkait penggunaan anggaran Rp9,9 triliun untuk belanja laptop Chromebook. Penyidik akan menggali peran Nadiem sebagai Mendikbudristek pada saat pengadaan tersebut.

“Bahwa yang bersangkutan kan kita mengetahui menjabat menteri dalam kurun waktu pada saat dilakukannya pengadaan chromebook itu,” ujar Harli.

Apa Selanjutnya?

Pemeriksaan Nadiem Makarim ini tentu menjadi babak baru dalam pengusutan kasus dugaan korupsi program digitalisasi pendidikan. Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya dari Kejagung. Pastinya, kasus ini menarik untuk terus diikuti. Semoga kebenaran segera terungkap!

Penting untuk diingat: Kasus ini masih dalam tahap penyidikan. Kita sebagai masyarakat, harus tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah sampai ada keputusan hukum yang berkekuatan tetap.

Kenapa Ini Penting?

Kasus ini menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran negara, terutama dalam sektor pendidikan. Program digitalisasi pendidikan seharusnya memberikan manfaat bagi siswa dan guru, bukan malah menjadi lahan korupsi.


Gimana menurut kamu tentang kasus ini? Apakah kamu punya pendapat atau informasi lain? Yuk, share di kolom komentar! Jangan lupa untuk terus pantau update berita terbaru hanya di sini! Dan jangan sungkan untuk kunjungi website kami lagi jika kamu butuh informasi menarik lainnya!

Posting Komentar