Nadiem Umumkan Kabar Gembira: Hampir Semua Laptop Chromebook Sampai ke Sekolah!
Eh, ada kabar seru nih soal dunia pendidikan kita! Nadiem Makarim baru aja kasih pengumuman yang bikin semangat, lho. Katanya, hampir semua laptop Chromebook udah nyampe ke sekolah-sekolah! Penasaran kan gimana ceritanya? Yuk, simak selengkapnya di bawah ini!
Kabar Baik dari Mas Menteri: Chromebook Sudah Sampai!¶
image just illustration
Mantan Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim, dengan bangga mengumumkan bahwa 97% laptop Chromebook yang diadakan Kemendikbudristek udah berhasil didistribusikan ke 77 ribu sekolah di seluruh Indonesia pada tahun 2023. Wih, keren!
Monitoring dan Evaluasi: Hasilnya Memuaskan!¶
Menurut Nadiem, semua ini diketahui setelah timnya melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala. “Informasi yang saya dapat pada saat itu di tahun 2023 adalah 97 persen daripada laptop yang diberikan (kepada) 77 ribu sekolah tersebut, itu aktif diterima dan teregistrasi,” ujar Nadiem dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (10/6/2025).
Laptop Chromebook: Dipakai untuk Apa Saja?¶
Gak cuma itu, sensus juga terus dilakukan dengan memberikan pertanyaan ke kepala sekolah yang menerima laptop. Hasilnya? Sekitar 82% sekolah menjawab bahwa mereka menggunakan laptop untuk proses pembelajaran, bukan cuma untuk asesmen nasional dan administrasi sekolah! Mantap!
Anggaran yang Gak Main-Main¶
Nadiem juga menjelaskan bahwa proses pengadaan laptop ini cukup besar karena digunakan untuk mendukung proses pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Anggarannya pun gak cuma dari APBN, tapi juga dari Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik. Jadi, ada kontribusi dari daerah juga, lho.
Audit BPKP: 90% Laptop Digunakan dengan Baik¶
Pengacara Nadiem, Hotman Paris Hutapea, menambahkan bahwa berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), 90% laptop yang didistribusikan telah digunakan dengan baik. Bahkan, dia mengklaim bahwa angka tersebut mencapai 99%! Wah, ini sih bukti nyata bahwa program ini berjalan efektif.
Kontroversi Chromebook: Ada Apa dengan Windows?¶
Tapi, ada sedikit cerita menarik nih. Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Harli Siregar, mengatakan bahwa penyidik mendalami dugaan adanya pemufakatan jahat dalam pengadaan laptop ini. Katanya, ada pihak-pihak yang mengarahkan agar menggunakan laptop berbasis operating system Chrome.
Padahal, penggunaan Chromebook ini sempat diuji coba pada tahun 2019 oleh Pustekom Kemendikbudristek dan hasilnya kurang efektif. Selain itu, ada juga rekomendasi dari Jamdatun untuk menggunakan laptop Windows. Hmm, kira-kira kenapa ya akhirnya Chromebook yang dipilih?
Berikut adalah perbandingan antara Chromebook dan Laptop Windows¶
| Fitur | Chromebook | Laptop Windows |
|---|---|---|
| Operating System | Chrome OS (berbasis Linux) | Windows (berbagai versi) |
| Harga | Umumnya lebih murah | Bervariasi, mulai dari terjangkau hingga mahal |
| Aplikasi | Web-based apps, Google Play Store apps | Aplikasi desktop, Windows Store apps |
| Performa | Cukup untuk tugas ringan (browsing, dokumen) | Bervariasi, tergantung spesifikasi |
| Penyimpanan | Cloud-based, penyimpanan internal terbatas | Penyimpanan internal lebih besar |
| Keamanan | Update otomatis, keamanan terintegrasi | Membutuhkan antivirus tambahan |
Kesimpulan: Pendidikan Indonesia Semakin Maju!¶
Dengan hampir semua laptop Chromebook sudah sampai ke sekolah-sekolah, kita patut berbangga karena pendidikan Indonesia semakin maju. Meskipun ada sedikit kontroversi, yang terpenting adalah laptop-laptop ini digunakan dengan baik untuk mendukung proses pembelajaran.
Gimana menurut kamu soal kabar baik ini? Jangan ragu untuk berbagi pendapatmu di kolom komentar, ya! Dan kalau kamu pengen tau info-info menarik lainnya seputar dunia pendidikan, jangan lupa untuk pantengin terus website ini! Sampai jumpa di artikel selanjutnya!
Posting Komentar