Ngeri! Video Air India Jatuh Bikin Remaja Ini Trauma Parah!

Table of Contents

Waduh, kejadian pesawat jatuh memang selalu bikin merinding ya? Apalagi kalau sampai ada yang merekam detik-detik kejadiannya. Nah, kali ini ada cerita tentang seorang remaja yang tanpa sengaja merekam kecelakaan pesawat Air India dan dampaknya ke dia! Penasaran? Yuk, simak selengkapnya!

Trauma Remaja Perekam Kecelakaan Air India: Kisah yang Bikin Hati Terenyuh

Ngeri! Video Air India Jatuh Bikin Remaja Ini Trauma Parah!
image just illustration

Kejadian nahas kecelakaan pesawat Air India di Ahmedabad pada hari Kamis, 12 Juni 2025, ternyata menyisakan cerita yang cukup memilukan. Seorang remaja berusia 17 tahun, bernama Aryan, tanpa sengaja merekam kejadian tersebut. Siapa sangka, rekaman itu justru membuatnya trauma!

Awal Mula Merekam: Niat Iseng Berujung Petaka

Awalnya, Aryan hanya iseng merekam pesawat yang lepas landas di dekat rumahnya. Seperti dilansir dari NDTV, Senin (16/6/2025), Aryan mengaku sering melakukan itu. Namun, kali ini berbeda. Setelah terjadi ledakan, barulah ia sadar bahwa pesawat yang direkamnya mengalami kecelakaan.

“Saya merasa sangat takut,” ujarnya. Kakaknya yang pertama kali melihat video itu, dan sontak membuat Aryan syok berat.

Dampak Mengerikan: PTSD Mengintai

Setelah kejadian itu, Aryan jadi pendiam dan kehilangan nafsu makan. Keluarga pun khawatir dengan kondisi psikologisnya. Rupanya, Aryan mengalami Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) atau gangguan stres pascatrauma. PTSD bisa muncul setelah seseorang mengalami atau menyaksikan kejadian yang sangat mengguncang, seperti kecelakaan pesawat.

Gangguan ini bisa memicu munculnya kenangan traumatis, kecenderungan menghindari situasi tertentu, hingga perubahan suasana hati dan respons emosional. Duh, kasihan banget ya!

Efek Trauma Lebih Luas: Aerophobia Mengancam

Nggak cuma korban langsung, orang yang menyaksikan rekaman atau video insiden pun bisa ikut terdampak secara mental. Salah satu efek yang bisa muncul adalah ketakutan berlebihan terhadap penerbangan, bahkan berkembang menjadi aerophobia-ketakutan akut terhadap pesawat.

Menurut Dr. Gail Saltz, psikiater sekaligus profesor klinis di Weill Cornell Medical College, bagi mereka yang mengalami aerophobia, rasa takut ini bisa sangat mengganggu hingga memicu gejala fisik seperti jantung berdebar, berkeringat, mual, atau muntah.

Bahkan, gejala tersebut bisa muncul sejak beberapa hari sebelum jadwal terbang. Tak sedikit pengidapnya memilih membatalkan penerbangan atau beralih ke transportasi darat demi menghindari naik pesawat. Jika kondisi ini berlangsung lebih dari enam bulan dan mengganggu aktivitas sehari-hari maka sudah termasuk dalam kategori fobia yang perlu ditangani secara profesional.

Pentingnya Dukungan dan Penanganan yang Tepat

Kisah Aryan ini jadi pengingat buat kita semua, bahwa dampak sebuah kejadian traumatis bisa sangat mendalam dan luas. Penting banget untuk memberikan dukungan dan penanganan yang tepat bagi korban dan orang-orang yang terdampak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Jangan sampai trauma ini menghambat kehidupan mereka ya!

Mari Berdiskusi!

Kisah ini tentu menyentuh hati kita semua. Bagaimana pendapatmu tentang kejadian ini? Pernahkah kamu mengalami atau melihat seseorang mengalami trauma serupa? Yuk, berbagi cerita dan pendapatmu di kolom komentar! Jangan lupa untuk share artikel ini ke teman-temanmu, supaya semakin banyak orang yang sadar akan pentingnya kesehatan mental. Sampai jumpa di artikel menarik lainnya!

Posting Komentar