Petani Jagung Senyum Lebar! Polri Ekspor ke Malaysia, Prabowo Ikut Bangga!
Wih, Petani Jagung Sumringah! Ekspor Jagung ke Malaysia Bikin Bangga Pak Prabowo!
Denger-denger nih, ada kabar super keren buat para petani jagung di Bengkayang! Bayangin aja, hasil panen raya mereka sekarang udah go international, alias diekspor langsung ke Malaysia! Mantap jiwa!
Ekspor Perdana Jagung: Momen Bersejarah!¶
image just illustration
Kamis, 5 Juni 2025, jadi hari bersejarah nih. Sebanyak 1.200 ton jagung hasil panen raya Polri resmi dilepas untuk diekspor ke Sarawak, Malaysia. Pelepasan ekspor ini dipimpin langsung sama Presiden Prabowo Subianto, lho! Keren abis!
“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, Kamis, 5 Juni 2025, saya berangkatkan ekspor perdana jagung sebanyak 1.200 ton ke Malaysia,” kata Pak Prabowo dengan semangat membara saat acara panen raya jagung serentak kuartal II di Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.
Truk-truk pengangkut jagung itu langsung berangkat ke Malaysia, dihiasi spanduk merah putih bertuliskan ‘ekspor ke Malaysia’ dan ‘panen raya jagung serentak kuartal II’. Pak Prabowo pun nggak lupa melambaikan tangan, memberikan semangat kepada para sopir.
Prabowo: Bangga dengan Panen Raya Jagung!¶
Nggak cuma itu, Pak Prabowo juga keliatan happy banget dengan panen raya jagung yang diinisiasi oleh Kapolri dan jajaran Polri lainnya. Apalagi, panen jagung ini nyusul keberhasilan panen beras sebelumnya.
“Hari ini saya merasa besar hati, merasa bahagia, karena kalau beberapa saat yang lalu kita sudah melihat bukti keberhasilan kita di bidang produksi pangan yaitu terutama komoditas beras,” ujar beliau.
Pak Prabowo juga bilang, panen raya jagung ini jadi sinyal positif buat ketahanan pangan kita. Tapi, beliau nggak mau cepat puas, dan berharap ini jadi tanda untuk keberlanjutan.
Kolaborasi Polri dan Masyarakat: Pertanian Bangkit!¶
Kegiatan panen raya di Bengkayang ini jadi simbol kebangkitan pertanian berbasis kolaborasi antara Polri dan masyarakat. Dari 218,35 hektare lahan yang digarap, hasil panennya sekarang mencapai 9,3 ton per hektare! Padahal sebelumnya cuma 2 ton per hektare. Gokil!
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga menambahkan, “Adapun pada hari ini, akan dilaksanakan pelepasan ekspor perdana 1.200 ton jagung seharga Rp. 5.900 per kg menuju Sarawak, Malaysia.”
Peningkatan produktivitas ini nggak lepas dari penggunaan bibit unggul Hibrida P27 dan pupuk presisi MIGO Bhayangkara, hasil riset Polda Kalbar. Para petani sekarang bisa menikmati peningkatan pendapatan hingga Rp 4 juta per bulan, dari sebelumnya cuma sekitar Rp 500 ribu.
Surplus Jagung: Kerja Sama dengan Bulog!¶
Menjawab tantangan surplus produksi yang diperkirakan mencapai hingga 6 juta ton, Polri bekerja sama dengan Perum Bulog untuk menyerap panen jagung dengan harga pembelian pemerintah Rp 5.500 per kg. Selain itu, ada dua provinsi lain yang juga mengekspor jagung, yaitu Gorontalo (27 ribu ton) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) (20 ribu ton).
“Hal ini dilakukan karena terdapat proyeksi surplus sebesar 1-6 juta ton atau bahkan bisa lebih tinggi, antara jumlah produksi bersih dengan jumlah kebutuhan tahun 2025,” sambung Jenderal Sigit.
Jenderal Sigit berharap kolaborasi ini bisa terus dikembangkan di seluruh wilayah penghasil jagung di Indonesia. Ini penting banget, karena bisa memberikan kemudahan akses permodalan, ketersediaan lahan dan alat produksi pertanian, serta edukasi teknis sejak tahap pratanam hingga masa panen, sehingga kualitas dan kuantitas hasil produksi bisa meningkat.
Kesimpulan: Mari Dukung Pertanian Indonesia!¶
Gimana, keren banget kan cerita sukses para petani jagung di Bengkayang? Ini bukti nyata kalau kerja keras, kolaborasi, dan inovasi bisa membawa hasil yang luar biasa. Semoga berita ini bisa jadi inspirasi buat kita semua, ya!
Yuk, dukung terus pertanian Indonesia! Dengan membeli produk lokal dan ikut menyuarakan pentingnya ketahanan pangan, kita bisa sama-sama membantu para petani untuk terus berkarya dan mengharumkan nama bangsa.
Jangan lupa tinggalkan komentar di bawah, ya! Gimana pendapatmu tentang ekspor jagung ini? Atau mungkin kamu punya ide lain untuk mendukung pertanian Indonesia? Share di kolom komentar, ya! Sampai jumpa di artikel selanjutnya!
Posting Komentar