Trump Ancam Tarif Lagi! Kripto Ketar-Ketir Usai Inflasi AS Adem?
Wih, ada berita seru nih buat kalian para crypto enthusiast! Pasar kripto lagi rame banget karena ancaman tarif dari Trump dan inflasi AS yang adem ayem. Gimana kelanjutannya? Yuk, simak ulasan lengkapnya di bawah ini!
Trump Ancam Tarif Lagi! Kripto Ketar-Ketir?¶
image just illustration
Pasar kripto emang nggak pernah sepi dari kejutan. Setelah data inflasi konsumen (CPI) AS bulan Mei 2025 naik tipis 0,1%, eh, malah muncul lagi ancaman dari mantan presiden AS, Donald Trump, soal kenaikan tarif. Wah, bikin pelaku pasar jadi ketar-ketir nih!
Inflasi AS Adem, Tapi…¶
Secara tahunan, inflasi AS tercatat 2,4%, sementara inflasi inti (tanpa makanan dan energi) ada di level 2,8%. Analis Reku, Fahmi Almuttaqin, bilang sih tekanan inflasi masih terbatas. Tapi, jangan senang dulu! Potensi lonjakan inflasi bisa aja terjadi dalam beberapa bulan ke depan gara-gara kebijakan tarif impor baru dari Trump.
“Dampak tarif saat ini belum sepenuhnya terasa karena banyak peritel masih menjual stok lama sebelum tarif diberlakukan,” kata Fahmi. Pemerintah AS juga lagi berusaha menekan perusahaan besar buat nahan laju kenaikan harga.
Tarif Baru = Stabilitas Pasar Terancam?¶
Trump kembali menegaskan rencananya buat menetapkan tarif unilateral terhadap mitra dagang AS dalam satu hingga dua pekan ke depan. Rencana ini muncul menjelang tenggat waktu 9 Juli 2025, batas waktu pemberlakuan kembali tarif tinggi terhadap puluhan negara.
“Hal ini dapat semakin menekan pasar,” ujar Fahmi. Tapi, dia juga mengingatkan bahwa belum ada kepastian apakah Trump bakal konsisten dengan jadwal tersebut. Soalnya, beberapa tenggat sebelumnya malah ditunda atau nggak dilaksanakan. Ketidakpastian ini yang bikin pasar jadi nggak tenang dan membatasi dampak positif dari sentimen yang ada.
Bitcoin dan Ethereum Gimana?¶
Berdasarkan data real-time Coinmarketcap per Sabtu (14/6) pukul 12.11 WIB, harga Bitcoin tercatat US$ 105.372,77, naik tipis 0,93% dalam 24 jam terakhir. Sementara Ethereum naik 1,62% ke level US$ 2.550,95. Walaupun inflasi moderat, penguatan harga aset kripto masih terbatas nih.
The Fed Jadi Sorotan¶
Investor juga lagi pada ngawasin arah kebijakan moneter The Fed dalam pertemuan FOMC pekan depan. Kebanyakan orang memperkirakan The Fed bakal mempertahankan suku bunga acuannya, sambil nunggu perkembangan inflasi lebih lanjut.
“Jika inflasi tetap terkendali, peluang penurunan suku bunga pada bulan September masih terbuka,” ucap Fahmi. Tapi, tekanan dari Trump buat The Fed segera memangkas suku bunga bisa jadi masalah, apalagi kalau risiko inflasi meningkat gara-gara efek tarif yang tertunda.
Strategi Investasi Gimana Dong?¶
Di tengah ketidakpastian ini, Fahmi nyaranin investor buat tetap waspada tapi jangan reaktif berlebihan. Dia merekomendasikan pendekatan akumulasi secara bertahap terhadap aset-aset kripto yang punya prospek jangka panjang.
“Strategi Dollar Cost Averaging (DCA), yakni membeli aset secara berkala dalam jumlah tetap, dapat menjadi pilihan rasional untuk menghadapi volatilitas pasar saat ini,” pungkasnya.
Kesimpulan¶
Nah, gimana gaes? Pasar kripto emang penuh drama, ya. Ancaman tarif dari Trump dan inflasi AS yang adem ayem bikin pasar jadi nggak tenang. Tapi, jangan panik! Tetap waspada dan pertimbangkan strategi investasi yang tepat. Gimana menurut kalian? Share pendapat kalian di kolom komentar, ya! Jangan lupa kunjungi lagi untuk dapetin info-info menarik lainnya!
Posting Komentar