UNM Lawan DBD dengan SMART DBD Zero: Inovasi Digital Keren!

Table of Contents

Wih, keren banget nih! Universitas Nusa Mandiri (UNM) lagi gencar banget berantas Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan cara yang super kekinian. Penasaran? Yuk, simak ulasan lengkapnya!

UNM Unjuk Gigi Lawan DBD dengan Inovasi Digital “SMART DBD Zero”

UNM Lawan DBD dengan SMART DBD Zero: Inovasi Digital Keren!
image just illustration

UNM, yang dikenal sebagai kampus digital bisnis, membuktikan kalau mereka nggak cuma jago di bidang akademik, tapi juga peduli banget sama masalah kesehatan masyarakat. Mereka baru aja ngembangin inovasi digital keren bernama SMART DBD Zero! Program ini dapat hibah dari DPPM Kemdiktisaintek 2025 lho! Gokil!

Apa Sih SMART DBD Zero Itu?

Jadi, SMART DBD Zero ini adalah aplikasi yang dirancang khusus untuk membantu kader Jumantik (juru pemantau jentik) di Kelurahan Pamulang Timur dalam mencegah DBD. Bayangin deh, biasanya kader Jumantik catat data jentik nyamuk manual, sekarang semua bisa dilakukan secara digital! Praktis banget, kan?

Menurut Ibu Dwi Cahya Putri Buani, dosen Prodi Informatika UNM yang juga ketua program ini, SMART DBD Zero ini adalah bentuk kontribusi teknologi digital yang aplikatif untuk masyarakat.

“Melalui SMART DBD Zero, kami ingin memberikan solusi praktis kepada kader Jumantik agar proses pemantauan jentik nyamuk bisa dilakukan lebih cepat, akurat, dan efisien,” ujarnya.

Fitur-Fitur Keren SMART DBD Zero

Aplikasi ini nggak cuma buat kader Jumantik aja lho, tapi juga bisa diakses langsung oleh masyarakat dan pihak kelurahan. Jadi, semua orang bisa ikut memantau dan melaporkan keberadaan jentik nyamuk di lingkungannya.

Beberapa fitur keren SMART DBD Zero antara lain:

  • Pencatatan digital jumlah jentik nyamuk dari rumah ke rumah.
  • Pelatihan penggunaan teknologi untuk kader Jumantik dan masyarakat.
  • Penyuluhan tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah preventif terhadap DBD.

Dukungan Penuh dari Petinggi UNM

Ir Andi Saryoko selaku Ketua LPPM UNM, memberikan apresiasi tinggi terhadap tim yang berhasil menggagas program ini.

“Selamat kepada tim dosen dan mahasiswa yang telah menggagas dan menjalankan program ini. Ini bukti nyata UNM tidak hanya unggul di bidang akademik, juga peduli terhadap permasalahan kesehatan masyarakat dengan pendekatan teknologi,” tutur Andi.

Kontribusi untuk Pembangunan Berkelanjutan

Program SMART DBD Zero ini juga turut mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Keren banget, kan? Nggak cuma itu, inovasi ini juga memperkuat pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi dalam pengabdian berbasis riset dan kolaborasi lintas sektor.

Harapan untuk Masa Depan

Dengan pendekatan digital yang ramah lingkungan, SMART DBD Zero diharapkan dapat direplikasi di berbagai daerah endemik lainnya. Jadi, nggak cuma Pamulang Timur aja yang bisa merasakan manfaatnya, tapi juga seluruh Indonesia! UNM benar-benar menunjukkan komitmennya sebagai kampus yang aktif dan solutif dalam menjawab isu-isu strategis melalui sinergi teknologi, riset, dan masyarakat.

Yuk, Jadi Bagian dari Solusi!

Gimana? Keren banget kan inovasi dari UNM ini? Kita sebagai masyarakat juga bisa ikut berkontribusi dalam memberantas DBD. Mulai dari hal kecil, seperti menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah, sampai aktif melaporkan keberadaan jentik nyamuk melalui aplikasi SMART DBD Zero (kalau sudah tersedia di daerahmu).

Jangan lupa, DBD bukan cuma masalah pemerintah atau petugas kesehatan aja, tapi masalah kita semua. Dengan bersama-sama, kita bisa menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari DBD.

Gimana menurut kalian tentang inovasi SMART DBD Zero ini? Tinggalkan komentar di bawah ya! Atau, kalau kalian punya pengalaman menarik tentang upaya pemberantasan DBD, jangan ragu untuk berbagi. Sampai jumpa di artikel berikutnya!

Posting Komentar